Katamu, hujan di bulan Juni rintiknya begitu dinantikan. Sekarang, bulan Juni kerap badai, Mbah. Aku berkali-kali dibuatnya basah, bahkan perut kembung suka menyertai. Kemarin aku berniat menepi ketika deras-derasnya tepat di depan tempat nongki. Karena tak ingin badah kuyup aku memesan secangkir cappuccino, entah knp aku malah memesan ice, padahal sedang dingin. Pulangnya sudah reda, di tengah jalan kembali menyapa. Malamnya tak terjadi apa-apa, paginya berangkat ke sana ke mari mengurus pelimpahan nomor porsi haji. Waktu sudah menunjuk pukul 12 aku baru selesai dari Kemenag, Dukcapil, BSI, kantor pos, dan MPP. Aku harus segera kembali ke MPP, sedangkan MPP tutup jam 13.00. Aku masih harus mengurus ke desa, tetangga, dan kecamatan. Namun, badanku yang sedari pagi terasa tak wajar memintaku untuk istirahat terlebih dulu karena asam lambungku sudah naik hingga ke kerongkongan. Empat kali aku bolak-balik memutahkan isi perutku yang tak seberapa sampai lemas betul aku dibuatnya.
Halo semua... Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani. Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...
Komentar
Posting Komentar