Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2022

Selamat Datang Juli

Hari ini, tanggal 1 Juli 2022 yang jatuh pada hari Jumat ini adalah hari salah seorang rekan guru melafalkan kalimat ijab qobul. Sementara itu, di sekolah dilaksanakan IHT Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka yang akan diterangkan oleh dua pembicara, yaitu Kepala Dinas Pendidikan Bapak Winarto, S.Pd. M.Hum. dan Bapak Samsuri, S.Pd. selaku pengawas SMP Terpadu Bina Bangsa. Karena Kepala Dinas ada agenda lain yang berkaitan dengan sekolah penggerak, beliau tidak bisa berlama-lama membersamai kami. Kemudian. Pak Samsuri menyampaikan perihal seluk-beluk asalan diterapkannya kurikulum merdeka, platform yang dapat diakses, karakteristik kurikulum merdeka, dan lain sebagainya. Dari materi yang disampaikan, ada beberapa informasi yang sudah saya ketahui, tapi ada juga informasi-informasi yang baru saya pahami.

Melupa

Manusia diberikan nikmat lupa agar tidak terla ku berlarut dalam kesedihan, pun kesenangan karena keduanya tidak ada yang abadi. Dengan adanya lupa, seseorang yang pernah bermusuhan telah kembali bersilaturahmi dengan baik karena sudah lupa pada perbuatan buruk di masa lampau. Kesenangan jika terlalu dielu-elukan juga akan mendatangkan nestapa karena kesenangan hanya bersifat sementara.

Nikmat Sehat

Ketika sehat, seringkali manusia lupa untuk bersyukur atas rezeki sehat yang diterimanya. Kita justru memusingkan banyak hal dan berkeluh-kesah pada hal-hal yang diinginkan oleh banyak orang di luar sana. Barulah ketika sakit yang tak kunjung membaik menghampiri untuk menebus dosa-dosa yang tak terhitung jumlahnya, manusia baru menyadari bahwa nikmat sehat adalah rezeki yang paling berharga yang luput kita syukuri selama ini. Pekerjaan menjadi tak tersentuh, urusan menjadi terbengkalai, bahkan ibadah pun menjadi lebih kurang sempurna. Makan jadi tak enak, tidur pun tak nyaman, minum pun enggan. Harta yang dipunya tak bisa menolong, selain Karena-Nya memberi kesembuhan.

Hujan Mbah Sapardi

Katamu, hujan di bulan Juni rintiknya begitu dinantikan. Sekarang, bulan Juni kerap badai, Mbah. Aku berkali-kali dibuatnya basah, bahkan perut kembung suka menyertai. Kemarin aku berniat menepi ketika deras-derasnya tepat di depan tempat nongki. Karena tak ingin badah kuyup aku memesan secangkir cappuccino, entah knp aku malah memesan ice, padahal sedang dingin. Pulangnya sudah reda, di tengah jalan kembali menyapa. Malamnya tak terjadi apa-apa, paginya berangkat ke sana ke mari mengurus pelimpahan nomor porsi haji. Waktu sudah menunjuk pukul 12 aku baru selesai dari Kemenag, Dukcapil, BSI, kantor pos, dan MPP. Aku harus segera kembali ke MPP, sedangkan MPP tutup jam 13.00. Aku masih harus mengurus ke desa, tetangga, dan kecamatan. Namun, badanku yang sedari pagi terasa tak wajar memintaku untuk istirahat terlebih dulu karena asam lambungku sudah naik hingga ke kerongkongan. Empat kali aku bolak-balik memutahkan isi perutku yang tak seberapa sampai lemas betul aku dibuatnya.

Manusia

Setiap manusia memiliki masalah dalam hidupnya. Tak ada satu pun di antaranya tidak melalui masa-masa sulit. Terlihat sebahagia dan semudah apa pun hidupnya, manusia tetaplah punya sisi derita. Entah tingkat rendah atau tinggi, tetap terasa berat bagi yang menjalani.

Mengenang Yang Tinggal Kenangan

Hari bertambahnya umur dihadiahi dengan perpisahan dari orang-orang tersayang. Di sudut hati tergores luka, mencipta kehilangan yang begitu nyata. Meski sudah pernah kehilangan yang lebih dalam sebelumnya, kehilangan selanjutnya dan kini pun tetap juga menyakitkan. Rezeki kalian di sini telah usai. Sudah ada rezeki di tempat lain yang menunggu. Tertanda Saudaramu

Refleksi Jumat

Terkadang hal yang kita anggap sepele memiliki pengaruh besar terhadap orang lain. Seperti halnya warna layar ppt, animasi yang saya pikir hanya untuk kreasi tanpa efek apa pun disubstansi, ternyata hal-hal detail itu berpangaruh pada pemahapan dan penerimaan audience.