Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2022

Manusia Jahat

Akan ada banyak orang yang melukaimu. Beberapa orang yang telah kamu tolong justru akan memukulmu. Ada masa, orang-orang yang kamu sayang akan membuat lelahmu kian membuncah. Setiap orang memiliki sisi lemah, butuh diperhatikan, butuh diberikan respons hangat. Selayaknya teh hangat obat dari segala macam jenis penyakit, dukungan dan kasih sayang dari orang-orang terkasih adalah imun yang menjaga dari virus-virus penyebab penyakit mental.

Mereka Bilang

Mereka bilang, adil tidak harus sama. Aku berpikir, kadang kala memang benar adanya. Namun, kerap kali kata-kata seperti itu diucapkan oleh para petinggi untuk karyawannya yang menanyakan keadilan atau penguasa negara kepada rakyatnya. "Di mana keadilan?!" Kata salah seorang mahasiswa yang memprotes kinerja DPR. Mereka berkumpul di jalan pancasila untuk berdemo. "Keadilan sudah lama mati!!! Tidak usah dicari! Kita sudah lama kehilangannya!" Ucap orator yang memimpin mereka dari atas mobil pick up. Tak lama setelah demo itu muncul karikatur bertebaran di media sosial. Terlihat gambar seorang lelaki berdasi dan berjas sedang bersandar leyeh-leyeh dengan berkipas uang. Lalu tertera tulisan di sana, "Adil itu tidak sama".

Refleksi MPLS 2022

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau biasa disingkat MPLS adalah masa untuk pertama kalinya siswa baru diajak untuk mengenal lingkungan sekolah, berupa bangunan sekolah, ruang kelas, guru-guru, karyawan sekolah, dan tentunya saling mengenal teman sekolah. Dulu MPLS bernama PPDB, yaitu Penerimaan Peserta Didik Baru. Jika dilihat dari nama kegiatan, tentu saja PPDB kurang memfasilitasi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah sehingga nama yang lebih tepat dari kegiatan ini adalah MPLS. MPLS SMP-SMA Terpadu Bina Bangsa Tahun Ajaran 2022/2023 dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Juli 2022 dengan sangat meriah. Pertama-tama siswa dikumpulkan di aula untuk diberikan pandangan mengenai jadwal sekolah, latihan, dan asrama. Selain itu, juga dikenalkan guru-guru yang akan mengajar mereka. Tidak terlalu lama menyimak penjelasan dari Dr. Capri selaku konsultan pendidikan supaya siswa tidak jenuh hanya mendengarkan, siswa dipersilakan untuk bermain game team building indoor. Permainan tersebut ...

Refleksi Penyambutan Siswa Baru

Berawal dari perencanaan yang tidak matang. Kurangnya peran pemimpin dalam memberikan instruksi dan segala hal yang mendadak kayak tahu bulat hanya saja ini tidak enak dimakan. Data siswa yang tidak diberikan secara clear ke guru sehingga beberapa mis. Saya merasa agak chaos dengan pembagian tas jersey yang dihandle oleh saya sendiri yang sekaligus regristasi karena tas sudah ada nama siswa, sementara mencari satu nama di antara 50 lebih tas sangat butuh effort, ditambah nama yg ditulis nama panggilan, sementara saya sama sekali belum mengenal sebelumnya. Sebenarnya, waktu pengepakan jersey dan kaos kaki saya, ms mila, dan ms dwi yang mengepak. Namun, kami hanya mengikuti instruksi dari mas aziz saja. Tidak terpikirkan sebelumnya untuk memberikan saran penghapusan nama supaya memudahkan dalam pembagian. Kalau bisa mengulang, data yg dari mas aziz dikirimnya dari jauh-jauh hari dan dipastikan nama yang benar soalnya ada nama-nama yang tidak ada nama pertamanya sehingga susah mencari jik...

Manusia

Dalam hidup kita banyak melalui pijakan. Entah pijakannya mudah rapuh atau kuat untuk kita naiki. Kadang kala, kita kurang hati-hati sehingga terjerembablah diri ke dalam lubang atau jurang yang pasti menyakitkan. Pijakan rapuh yang melukai dan jatuh yang menambah sakit. Lebih lagi sakit jika orang yang kita anggap dekat dan percaya mengabaikan permintaan tolong kita atau malah menepis tangan kita. Manusia tak hanya sekali dua kali terjatuh. Dalam hidup, jatuh kita lalui berkali-kali, entah jatuhnya lebih dalam atau lebih dangkal. Yang mana yang menyakitkan, tentu semua mengandung lara. Tidak ada seorang pun yang selalu mendapat pijakan kuat karena hidupnya terus berjalan melewati banyak rute perjalanan. Terkadang pula, kita salah jalan, barangkali karena tidak tahu atau tidak mau tahu. Manusia Meninggal bukan untuk sia-sia Setidak-tidaknya kita pernah mencipta tawa untuk orang di sekeliling kita.

Refleksi Cerpen

Dalam menuliskan cerpen untuk membuat menarik dibuat kelemahan tokoh dalam cerita. Setiap tokoh dijabarkan karakteristiknya, keinginannya, dan sesuatu yang menghalanginya. Menurut Mbak Tika konflik yang klimaks harusnya hampir di akhir sebagai gong sebelum resolusi. Selain itu, dibutuhkan waktu yang panjang untuk menuliskan sebuah cerpen meskipun selesai dibaca sekali duduk. Saat menuliskan cerpen, pertama kali tidak usah memikirkan bahasa yang bagus atau segala macam yang ingin memperlihatkan kesempurnaan. Ditulis seadanya dulu, baru setelah selesai dibaca kembali untuk diedit, disempurnakan bahasanya dan berbagai hal yang dirasa kurang. Semangat menulissss....