Dalam hidup kita banyak melalui pijakan. Entah pijakannya mudah rapuh atau kuat untuk kita naiki. Kadang kala, kita kurang hati-hati sehingga terjerembablah diri ke dalam lubang atau jurang yang pasti menyakitkan. Pijakan rapuh yang melukai dan jatuh yang menambah sakit. Lebih lagi sakit jika orang yang kita anggap dekat dan percaya mengabaikan permintaan tolong kita atau malah menepis tangan kita. Manusia tak hanya sekali dua kali terjatuh. Dalam hidup, jatuh kita lalui berkali-kali, entah jatuhnya lebih dalam atau lebih dangkal. Yang mana yang menyakitkan, tentu semua mengandung lara. Tidak ada seorang pun yang selalu mendapat pijakan kuat karena hidupnya terus berjalan melewati banyak rute perjalanan. Terkadang pula, kita salah jalan, barangkali karena tidak tahu atau tidak mau tahu.
Manusia
Meninggal bukan untuk sia-sia
Setidak-tidaknya kita pernah mencipta tawa untuk orang di sekeliling kita.
Belajar berpijak pada yg tepatš¤
BalasHapusBismillah ya buk
HapusSejatinya berpijak pada yang tepat itu tidak ada, karena terus berpijak terus berpijak dan setiap langkah menemukan hal "tepat" yang baru.
BalasHapus