Katanya, obat rindu adalah bertemu. Jumat, 29 April 2024, yang bertepatan dengan hari paskah bagi yang merayakan sekaligus merupakan hari ke17 puasa Ramadan, kami anak-anak yang telah lama tidak bertemu dengan ibu dan bapaknya setelah 8 bulan lamanya akhirnya tuntas membayar rindu. Kondisi perjamuan malam yang diakhiri foto bersama di depan rumah makan tidaklah sama dengan yang dulu sering dilakukan. Beberapa personil tidak dapat menghadirinya. Sementara itu, beberapa personil lainnya telah datang dengan membawa keluarga. Mungkin kalau beberapa tahun ke depan atau cukup satu tahun lagi saja personilnya akan makin bertambah. Bahkan, ada Bu Devi dan Ira yang entah mengapa sudah berasa dekat meski baru bertemu dua kali. Betapa ramai dan menyenangkannya. Pada hari-hari sebelumnya, kami sesekali membincangkan Bu Capri dalam momen-momen tertentu yang syarat akan komentar dengan nada khas Bu Capri. Misalnya, ketika Rozzaq tidak mengerjakan, akan ada yang menirukan gaya bicara Bu Capri, ...
Melihat pertandingan futsal semalam, yaitu final anak SMA dengan anak sekolah lain dari Kabupaten Pati, membuat saya sebagai manusia sekaligus sebagai pendidik merasa prihatin. Betapa banyaknya manusia pembenci, betapa kotor mulut suporter dari pihak oposisi. Apalagi, anak-anak dari Safin Pati Sports School ini adalah lawan dari semua sekolah, bahkan seluruh suporter bola di Pati karena ada riwayat yang kurang bagus sebelumnya dengan Persipa yang merasa disaingi. Sepanjang permainan, suporter sangat ricuh. Untung anak-anak tidak terprovokasi. Baru dimulai permainan sebentar gawang kami sudah ke golan. Safin Pati Sports School kalah 0-1 untuk sementara dan tiba-tiba listrik mati. Betapa mencekamnya suasana di gelanggang dengan teriakan-teriakan orang-orang yang minim attitude karena kata-kata yang dikeluarkan sungguh tidak mencerminkan orang yang berpendidikan. Setelah sekitar setengah jam, listrik kembali nyala. Setiap gawang kami kegolan mereka tidak hanya ricuh, tapi juga memprovokas...