Langsung ke konten utama

Kunjungan ke Cibubur

 

Hari ini, tepat hari kelahiranku, aku mau mengucap banyak syukur karena berbagai hal manis yang datang. Terutama, hal istime


wa yaitu berada di Jakarta saat hari lahirku dirayakan juga oleh Jakarta. Namun, blogku kali ini tidak akan bercerita tentang itu. Aku akan bercerita tentang kunjunganku ke Cibubur yang tak lain adalah ke rumah Bu Capri, ibu dari semua guru di SPSS.

Kunjungan yang awalnya agak terpaksa menabung untuk bisa berangkat karena mengurangi simpanan uang atau bisa digunakan untuk keperluan lain, ternyata sungguh tidak mengecewakan. Jalan tiba-tiba dimudahkan dengan h-1 turun uang yayasan untuk pengganti transportasi. Setelah itu, sambutan hangat oleh Bu Capri dan Pak Esa yang aku pribadi merasa benar-benar dikasihi. Selayaknya orang tua kepada anaknya, perhatiannya tidak perlu diragukan lagi. Belum lagi, rumahnya sangat asri dan sesuai sekali dengan impianku memiliki rumah yang bisa ngopi melihat luar tanpa bisa dilihat orang lain. Semoga nanti dapat terwujud aamiin.... 

Jujur saja, untuk tempat-tempat yang dikunjungi hanya satu yang saya antusias, yaitu tempat ngopi yang hampir saja tidak jadi ke sana. Tempatnya begitu bagus dan tentu saja aku suka karena suka ngopi. Lebih dari itu, tempat yang paling aku suka adalah rumah Bu Capri yang menyajikan kenyamanan terasa benar-benar rumah untuk pulang. 

Terima kasih atas segala jamuannya Bu Capri dan Pak Esa. Terima kasih juga pada simbok yang mau direpotkan. Semoga tali silaturahmi kita senantiasa terjaga aamiin.... 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...