Foto di atas adalah foto ketika aku minum kopi malam-malam di rumah Bu Capri. Nah, sehubungan dengan hal itu, aku teringat dengan hobiku menulis. Biasanya kalau menulis, aku tidak bisa dilepaskan dari kopi. Rasanya inspirasi sulit muncul tanpa kopi hehe... Konsentrasi bisa lebih kuat jika sembari menulis diselingi dengan seruputan kopi.
Sayangnya, akhir-akhir ini kebiasaan menulisku menurun. Rasa lelah dan banyak aktivitas di depan laptop lainnya membuat mood untuk menulisku tidak muncul. Namun, aku ingin menyudahi kemalasan itu. Aku harus kembali produktif menulis. Bukankah mengajari yang baik adalah dengan memberikan contoh? Sebelum mengajak anak-anak untuk gencar menulis, aku terlebih dulu harus kembali merajinkan diriku untuk menulis fiksi.
Mengajari anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui tulisan tidaklah mudah, tapi aku yakin pasti bisa. Memang, sekarang mereka masih sulit untuk itu. Jika saya pancing untuk menceritakan yang ada di perasaan dan pikiran mereka, tulisan yang muncul cenderung hanya satu kalimat, atau bahkan satu dua kata saja. Namun, aku yakin lama-kelamaan mereka pasti akan mulai terbiasa dan jumlah kata pun akan meningkat.
Oke, intinya yang harus aku mulai adalah dari diriku sendiri untuk kembali aktif menulis. Sembari meningkatkan kapasitas diri, aku juga terus mengajak dan membiasakan siswa untuk menuangkan ekspresi dirinya ke dalam tulisan.

Komentar
Posting Komentar