Langsung ke konten utama

Kopi dan Menulis

 


Foto di atas adalah foto ketika aku minum kopi malam-malam di rumah Bu Capri. Nah, sehubungan dengan hal itu, aku teringat dengan hobiku menulis. Biasanya kalau menulis, aku tidak bisa dilepaskan dari kopi. Rasanya inspirasi sulit muncul tanpa kopi hehe... Konsentrasi bisa lebih kuat jika sembari menulis diselingi dengan seruputan kopi.

Sayangnya, akhir-akhir ini kebiasaan menulisku menurun. Rasa lelah dan banyak aktivitas di depan laptop lainnya membuat mood untuk menulisku tidak muncul. Namun, aku ingin menyudahi kemalasan itu. Aku harus kembali produktif menulis. Bukankah mengajari yang baik adalah dengan memberikan contoh? Sebelum mengajak anak-anak untuk gencar menulis, aku terlebih dulu harus kembali merajinkan diriku untuk menulis fiksi.

Mengajari anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui tulisan tidaklah mudah, tapi aku yakin pasti bisa. Memang, sekarang mereka masih sulit untuk itu. Jika saya pancing untuk menceritakan yang ada di perasaan dan pikiran mereka, tulisan yang muncul cenderung hanya satu kalimat, atau bahkan satu dua kata saja. Namun, aku yakin lama-kelamaan mereka pasti akan mulai terbiasa dan jumlah kata pun akan meningkat.

Oke, intinya yang harus aku mulai adalah dari diriku sendiri untuk kembali aktif menulis. Sembari meningkatkan kapasitas diri, aku juga terus mengajak dan membiasakan siswa untuk menuangkan ekspresi dirinya ke dalam tulisan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...