Langsung ke konten utama

Namanya Manusia



Kata Bapak, "Nek dijiwit loro yo ojo njiwit". Waktu kecil saya hanya menangkapnya bahwa aku tidak boleh mencubit teman atau orang lain karena merasa sakit kalau dicubit. Ketika dewasa aku baru menyadari makna yang lebih besar tentang kehidupan di balik kalimat itu. Namun, manusia kerap lupa atau mungkin belum menyadarinya, termasuk kadang diriku sendiri yang lupa mengaplikasikannya. Baru setelahnya, aku menyadarinya.

Tidak untuk merasa lebih baik, tapi jujur saja kerap menemui orang-orang yang tidak mengetahui makna kalimat tersebut dalam kehidupan. Atau mungkin sudah tahu, tapi memilih untuk tidak peduli dan tetap menjalankan kehendak dan memenangkan egonya. Bahkan, menutup mata pada semua kebaikan yang telah diberikan karena sekali tidak dituruti kemauannya. Ya namanya juga manusia.

Kita tidak bisa mengontrol orang lain untuk bersikap baik ke kita meskipun kita telah berbuat baik padanya. Kita juga tidak bisa meminta orang lain untuk berbalik menolong kita saat kita membutuhkan seperti yang kita lakukan. Namun, untuk tetap menjadi baik itu dapat kita lakukan. Ada kalimat, "Ojo kesel dadi wong apik" yang saat itu aku ditanya temanku dari Padang saat kuliah, apa artinya. Dari pertanyaan itu aku mengambil pelajaran karena nyatanya dalam kehidupan kita kerap merasa lelah dengan kebaikan yang tak berbalas. Padahal tanpa kita minta pun Tuhan akan membalasnya dengan jauh lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...