Kata Bapak, "Nek dijiwit loro yo ojo njiwit". Waktu kecil saya hanya menangkapnya bahwa aku tidak boleh mencubit teman atau orang lain karena merasa sakit kalau dicubit. Ketika dewasa aku baru menyadari makna yang lebih besar tentang kehidupan di balik kalimat itu. Namun, manusia kerap lupa atau mungkin belum menyadarinya, termasuk kadang diriku sendiri yang lupa mengaplikasikannya. Baru setelahnya, aku menyadarinya.
Tidak untuk merasa lebih baik, tapi jujur saja kerap menemui orang-orang yang tidak mengetahui makna kalimat tersebut dalam kehidupan. Atau mungkin sudah tahu, tapi memilih untuk tidak peduli dan tetap menjalankan kehendak dan memenangkan egonya. Bahkan, menutup mata pada semua kebaikan yang telah diberikan karena sekali tidak dituruti kemauannya. Ya namanya juga manusia.
Kita tidak bisa mengontrol orang lain untuk bersikap baik ke kita meskipun kita telah berbuat baik padanya. Kita juga tidak bisa meminta orang lain untuk berbalik menolong kita saat kita membutuhkan seperti yang kita lakukan. Namun, untuk tetap menjadi baik itu dapat kita lakukan. Ada kalimat, "Ojo kesel dadi wong apik" yang saat itu aku ditanya temanku dari Padang saat kuliah, apa artinya. Dari pertanyaan itu aku mengambil pelajaran karena nyatanya dalam kehidupan kita kerap merasa lelah dengan kebaikan yang tak berbalas. Padahal tanpa kita minta pun Tuhan akan membalasnya dengan jauh lebih baik.

Komentar
Posting Komentar