Namun, malam ini, ketika saya sudah menjadi guru, tidak lagi siswa, saya menyaksikan kemenangan Indonesia di final sea games dengan membantai Thailand 5-2. Sungguh pertandingan yang sangat menegangkan dan menguras emosi. Ketika Indonesia berhasil meraih kedudukan 2-0 dan digantinya pemain yang memang berpengaruh dan sedari awal diincar oleh Thailand, gawang Indonesia kebobolan goal sehingga kedudukan menjadi 2-1 untuk Indonesia. Di saat itu, Thailand pun mulai terus menyerang yang membuat dag dig dug di dada. Bahkan, banyak sekali pelanggaran dan cidera. Hingga wasit meniupkan peluit Indonesia sudah bahagia atas kemenangannya, tetapi wasit meralatnya alias prank. Indonesia melakukan pelanggaran sehingga di detik-detik terakhir pertandingan, ketika pemain timnas Indonesia masih ueforia atas emosi bahagianya, Thailand berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Karena kejadian itu, wasit mendapatkan banyak cacian dari penonton dan pendukung garuda muda. Mereka kecewa, sangat kecewa. Pertandingan yang harusnya usai harus bertambah lagi dengan dua kali 15 menit pertandingan. Namun, Kuasa Tuhan, Indonesia berhasil memasukkan bola ke dalam gawang dengan sangat apik di menit-menit awal yang membuat semangat garuda muda kembali membara. Kedudukan pun menjadi 3-2 untuk Indonesia yang menimbulkan kericuhan setelahnya. Saat itu terasa sekali deg degan khawatir terjadi sesuatu tak diinginkan. Kartu merah dari wasit pun melayang ke pemain dari kedua negara pun ke official. Keren! Wasit sangat tegas dan tidak pelit kartu untuk pelanggaran yang ada.
Yang saya salut adalah ketenangan dari Coach Indra Sjafri yang tentu saja mengalir ke para pemain. Beliau mengapresiasi pemain seolah bilang tidak apa-apa dengan senyum dan anggukan kepala yang disertai acungan jempol bahwa mereka telah berusaha yang terbaik. Hal itu tentu sangat berakibat baik ke mental pemain. Saya juga salut dengan kontrol emosi para pemain di babak tambahan. Tidak hanya itu, mental dan semangat mereka yang membara sangat patut diapresiasi. Dua jam lebih bukanlah waktu yang singkat untuk pertandingan sepak bola.
Lalu, yang membuat saya tertawa sendiri dan salah fokus ketika menonton pertandingan melalui ponsel adalah kata-kata yang diucapkan komentator, seperti "Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan... " berkali-kali disebutkan. Namun, ucapan hamdalah yang selalu diucapkan ketika lawan gagal memasukkan bola ke gawang Indonesia adalah keistimewaan.
Sekian cerita kebahagiaan saya malam ini. Terima kasih....

Komentar
Posting Komentar