Langsung ke konten utama

Refleksi MPLS 2022

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau biasa disingkat MPLS adalah masa untuk pertama kalinya siswa baru diajak untuk mengenal lingkungan sekolah, berupa bangunan sekolah, ruang kelas, guru-guru, karyawan sekolah, dan tentunya saling mengenal teman sekolah. Dulu MPLS bernama PPDB, yaitu Penerimaan Peserta Didik Baru. Jika dilihat dari nama kegiatan, tentu saja PPDB kurang memfasilitasi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah sehingga nama yang lebih tepat dari kegiatan ini adalah MPLS. MPLS SMP-SMA Terpadu Bina Bangsa Tahun Ajaran 2022/2023 dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Juli 2022 dengan sangat meriah. Pertama-tama siswa dikumpulkan di aula untuk diberikan pandangan mengenai jadwal sekolah, latihan, dan asrama. Selain itu, juga dikenalkan guru-guru yang akan mengajar mereka. Tidak terlalu lama menyimak penjelasan dari Dr. Capri selaku konsultan pendidikan supaya siswa tidak jenuh hanya mendengarkan, siswa dipersilakan untuk bermain game team building indoor. Permainan tersebut terdiri dari lima pos yang dijaga oleh satu guru dan satu coach. Setelah selesai dari lima pos, siswa istirahat isoma terlebih dulu dan kembali mendapat arahan untuk game outdoor. Semua permainan yang dimainkan oleh kelompok siswa yang telah dibagi menjadi 4 kelompok besar yang kemudian dibagi lagi menjadi 4 kelompok kecil saling beradu kekompakan untuk memenangkan permainan. Dari foto yang saya tampilkan terlihat satu kelompok yang berdiskusi dan saling bekerja sama untuk membuat bendera kelompok menjadi lebih menarik. Dari pembagian kelompok tersebut sangat membantu siswa baru maupun siswa lama untuk saling mengenal dan menjadi teman akrab. Namun, karena dilaksanakan dalam satu hari dari pagi hingga malam dan besoknya harus sekolah, siswa terlihat kelelahan dan beberapa mengeluh meminta istirahat. Jadi, mungkin lebih baik MPLS dilaksanakan dua hari.

Komentar

  1. Ya, lelah sekali. Tapi berlangsung dengan baik dan seru

    BalasHapus
  2. Melelahkan tetapi seruuu, terimakasih untuk kerja sama yg luar biasa, kekurangan kekurangan bisa untuk bahan perbaikan kedepannya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...