Dalam menuliskan cerpen untuk membuat menarik dibuat kelemahan tokoh dalam cerita. Setiap tokoh dijabarkan karakteristiknya, keinginannya, dan sesuatu yang menghalanginya. Menurut Mbak Tika konflik yang klimaks harusnya hampir di akhir sebagai gong sebelum resolusi. Selain itu, dibutuhkan waktu yang panjang untuk menuliskan sebuah cerpen meskipun selesai dibaca sekali duduk. Saat menuliskan cerpen, pertama kali tidak usah memikirkan bahasa yang bagus atau segala macam yang ingin memperlihatkan kesempurnaan. Ditulis seadanya dulu, baru setelah selesai dibaca kembali untuk diedit, disempurnakan bahasanya dan berbagai hal yang dirasa kurang. Semangat menulissss....
Halo semua... Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani. Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...
Seadanya sebisanya semampunya, tulis...tulis...tulis...
BalasHapusUntuk memulai itu yang sulit, bagi tips bu
BalasHapus