Langsung ke konten utama

Refleksi Kemerdekaan

Acara pada tahun ini direncanakan dengan sangat matang oleh ketua. I appreciate for her job. Kerja yang sangat detail juga bagus. But... Sudah dua tahun ini menjadi sekretaris kegiatan peringatan hari kemerdekaan. Namun, pada tahun ini tupoksinya sungguh berbeda. Baru kali ini sekretaris diharuskan mendesain banner dengan dalih ketua yang menentukan jobdesk. Setelah proses yang panjang akhirnya hanya memikirkan konsep dan tulisan. Baru kali ini juga divisi yang kerja saat hari H tidak boleh membantu sekretaris hanya sekedar membuat pembagian kelompok yang benar dan rapi. Tidak hanya itu,setengah enam saat dua jam telah berlalu dari jam kerja masih dipaksa kerja dengan kata-kata masih jam kerja, dan masih banyak lainnya. Namun, saat yang lain meminta bantuan sekretaris boleh. Mungkin hal itu dirasa paling baik oleh yang punya wewenang. Namun, caranya sangat perlu dibenahi, dalam penyampaiannya dan pengertiannya karena yang diberi tugas tentu memiliki kewajiban yang lain. Acara berjalan sukses meskipun rasanya terlalu rumit untuk dijalani. Semoga saja ke depannya bisa lebih baik lagi. Hal-hal yang semestinya sederhana tidak perlu terlalu dibuat rumit dan menjengkelkan. I mean no harm. Tidak suka cara kerja bukan berarti membenci. So, love you 😘 Yg perlu ditingkatkan: 1. Upacara persiapan petugas lebih dimatangkan lagi sehingga tidak ada pergantian petugas H-1. Mungkin untuk lagi bisa satu kali putaran saja seperti upacara bendera biasanya. Selebih sudah berjalan dengan lebih baik dari tahun lalu. 2. Lomba ditentukan oleh ketua. Sebenarnya dari panitia sudah ingin mengubah lomba menjadi lebih 17an tapi apa daya, kita menghargai ketua yang merasa sudah memikirkan dengan matang sehingga menurutnyalah yang terbaik. 3. Panjat pinang sebenarnya seru. Anak-anak juga antusias. Hanya saja tidak semua siswa diperbolehkan, misal kelas 7 padahal mereka ingin sekali. Dari Bu Dwi dan MC juga agak kurang peka terhadap anak2 SMP, padahal saya, Bu Mila, dan Pak Mahfud sudah berkali-kali meminta untuk SMP yang mendapatkan giliran. Bahkan sampai yang lain sudah dua kali putaran permainan SMP masih juga diabaikan dengan dalih, "nggak ada yg main" padahal anaknya sudah siap dan minta sedari tadi. Lalu tiba-tiba tukang boleh dan pas bisa megang tali langsung di atas, tidak dimeniti. Saya sangat kecewa waktu itu. Saya juga sudah berusaha meminta agar waktu dibatasi biar gantian yg siswa naik dan mendapat hadiah. Yang membuat saya bahagia adalah euforia anak-anak.

Komentar

  1. Hanya butuh keluasan hati untuk memerima dan memahami semua itu, bukan sekedar ketajaman pikir. Terima kasih sudah berkenan memilih menjadi sekretaris, maaf atas tutur dan khilaf yang ada.

    BalasHapus
  2. kaka dibuat paragraf dunk biar enak membacanya, hehehhe btw thx ilmu nglipet hadiah jajannya yak. Terimakasih kerjasamanya

    BalasHapus
  3. Bungkus hadiah termasuk tugas siapa ya?

    BalasHapus
  4. Next bisa diperbaiki lagi. Panjat pinang asik, cuma sayang yang menang bukan anak-anak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...