Dari data di atas, terlihat bahwa tingkat soal tidak ada yang menunjukkan sulit. Hal itu tidak serta-merta menunjukkan bahwa soal-soal tersebut hanyalah soal LOTS. Hal itu dapat dibuktikan dengan perintah soal dari nomor 6 sampai 10 yang sudah C4 ke atas. Beberapa soal HOTS dapat dikerjakan siswa dengan baik, tapi banyak juga siswa yang tidak dapat mengerjakannya. Tidak dapat mengerjakan ini bukan berarti kosong, tidak diisi, melainkan diisi namun salah. Karena mereka sudah menguraikan panjang lebar, saya memberinya poin 1 atau 2 karena semestinya poin penuh 10 atau 20.
Bebebapa siswa salah memahami soal. Contohnya adalah nomor 10 yang seharusnya memberikan solusi untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, mereka malah memberikan solusi-solusi tentang perjual-belian otak. Padahal teks anekdot tersebut mengandung makna bahwa permasalahan yang terjadi di Indonesia adalah orang Indonesia jarang memakai otaknya. Padahal, pada soal LOTS mereka sudah dapat menjawab dengan benar perihal makna di balik teks anekdot tersebut.
Beberapa siswa juga mengeluhkan soal yang mereka rasa sulit dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dapat mengerjakannya. Soal essai (HOTS) yang mendapat poin banyak justru mereka salah dan mendapat poin sedikit. Hal itu membuat nilai mereka banyak yang kecil. Mereka juga mengeluhkan jumlah kata yang diwajibkan di soal. Menurut mereka itu terlalu banyak. Namun menurut saya mereka lebih kesusahan dalam menghitung jumlah kata dan memahami soal dengan benar.

Jarang memakai otak tapi mungkin pakai hati atau nurani😄
BalasHapusPemahaman dalam membaca yg mungkin ditingkatkan bu, semangat terus
BalasHapusSetuju dengan Pak Hartono... banyak baca... bayak nulis.. Semagat!
BalasHapusButuh referensi buku yang lebih relevan dengan hobi anak anak,
BalasHapusSetelah di analisis selanjutnya soal akan digunakan lagi atau bagaimana bu?
BalasHapusMari sama sama kita upayakan agar anak antusias membaca
BalasHapus