Langsung ke konten utama

Berbicara film

Setelah melihat video alur cerita dari film sebelumnya yang ditunjukkan oleh konsultan pendidikan kami, saya mulai tergelitik untuk mencari video-video lain tentang pendidikan. Sebelumnya saya sudah berusaha mencari inspirasi dari menonton video-video di youtube mengenai cara menangani kelas yang ricuh dan sebagainya yang berhubungan dengan cara mengajar. Namun, saya rasa hal itu hanya berupa teori sehingga agak sulit untuk direalisasikan di kehidupan nyata dengan latar belakang peserta didik yang juga berbeda. Namun, setelah melihat alur film kepala sekolah nyentrik yang mengubah sekolah bobrok menjadi sekolah yang bagus membuat saya mencari film-film lain tentang pendidikan. Akhirnya saya menemukan DAAitv yang isinya adalah video-video alur tentang kisah guru yang berhasil menangani murid nakal. Dari beberapa alur film yang saya tonton, saya merasa bahwa itu bandel yang wajar dan masih dapat teratasi dengan baik. Saya menghadapi anak-anak yang lebih dari itu. Saya tidak menemukan solusi dari film-film yang telah saya tonton. Kemudian, konsultan pendidikan kami kembali mengirimkan link youtube alur film tentang pendidikan. Film yang berjudul Freedom Writers itu sedikit banyak membuat saya terinspirasi meskipun kondisi yang melatar belakangi sikap peserta didik berbeda. Yang awalnya saya ingin memberikan buku untuk mereka menuliskan karya sastra bebas sesuai yang disuka untuk mengekspresikan diri dan melatihnya mengelola emosi juga meningkatkan kreativitas, saya justru ingin memberikan buku untuk mereka menuangkan segala macam keluh kesah dan cerita hidup. Jika diperbolehkan akan saya baca dan jika tidak akan tetap menjadi rahasia dia. Peserta didik perlu mengekspresikan dirinya yang juga melatihnya untuk bernarasi dengan baik.

Komentar

  1. Melatih para siswa konsisten menulis😊

    BalasHapus
  2. Kadang anak-anak perlu ruang untuk mengekspresikan diri, jadi ide untuk memberi mereka buku "diary" bisa jadi salah satu pemicu untuk mereka menulis

    BalasHapus
  3. Ide bagus bu, memberi ruang untuk menulis apapun yang mereka ingin tulis,

    Setiap sekolah memiliki permasalahan sendiri2 terkait siswa, untuk mengetahui metode tepat atau tidak kita sebagai guru bisa menerapakan berbagai metode.

    Semoga senantiasa menjadi guru yg inspiratip

    BalasHapus
  4. Suasana kelas yg nyaman mungkin bisa membuat mereka mau menulis, semoga saja

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...