Langsung ke konten utama

Kedatangan Tamu Agung

Kamis, 8 September 2022 kami kedatangan tim verifikasi sma dari provinsi dan kabupaten. Berdasarkan info kedatangan, seharusnya ada 6 orang yang akan datang. Akan tetapi, yang datang hanyalah 5 orang, empat orang dari provinsi dan satu orang dari kabupaten. Satu orang lagi semestinya adalah pengawas sma dari kabupaten. Namun, mungkin karena satu dan lain hal yang terjadi sebelumnya, beliau tidak berkenan datang. Ada beberapa hal yang semestinya dapat kita antisipasi,tapi kita lengah mempersiapkannya. Contohnya adalah menghidupkan lampu dan kipas serta membuka pintu juga jendela agar ruangan lebih terang dan sirkulasi udara lancar. Kemudian, kebersihan bisa kita tingkatkan lagi. Hal yang sudah baik telah kita lakukan untuk menjawab segala pertanyaan yang cenderung mengintimidasi. Berkas-berkas telah dipersiapkan dengan baik. Teman-teman juga cepat menyesuaikan pembagian tugas yang belum direncanakan siapa akan menemani bagian apa. Hal yang bisa saya perbaiki adalah memberanikan diri untuk menyanggah hal yang diutarakan oleh tim verifikasi jika tidak sesuai. Yang disayangkan adalah tim verifikasi yang molor hingga sekitar 1 jam dari waktu yang telah fiinfokan sebelumnya.

Komentar

  1. Seagung tamu yang datang seagung pula persiapan kita๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  2. pasti ada pelajaran yg kita ambil utk mjd lebih sempurna!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap terus belajar dengan bimbingan Bu Capri ๐Ÿ˜ƒ

      Hapus
  3. Next bisa dipersiapkan lagi dengan lebih mendetail

    BalasHapus
  4. Next dengan pelajaran verifikasi kali ini, bisa menyiapkan persiapan yang lebih wow jika ada tamu agung datang kembali

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...