Setelah Sabtu ceria, datanglah minggu huru hara. Pekerjaan yang tak bisa tertangani waktu hari-hari biasanya harus dituntaskan segera. Menempuh perjalanan untuk menghirup udara segar dan gemericik air yang membuat kantuk segera menyerang. Melepaskan segala penat yang dibuat oleh berbagai hal. Mengingat kembali bahwa kita tak dapat membahagiakan semua orang. Apalagi orang yang jelas-jelas tak tahu-menahu perihal kebahagiaan. Kita tak berkewajiban membuat orang suka terhadap kita. Apalagi orang yang memang tidak suka, pastilah apa pun yang diperbuat tidaklah merasuk kasih di hatinya. Jangan takut tidak disukai oleh orang yang tidak baik.
Halo semua... Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani. Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...
Asumsi bahagia atau baik dan tidak baik kadang perlu dikalibrasi
BalasHapusRehat sejenak, nikmati kopi sore hari. Badan dan pikiran juga butuh istirahat
BalasHapus