Langsung ke konten utama

Perjalanan Mengajar

Perjalanan ini mulai berlangsung. Kini telah sampai pada 3 bulan pertama. Saya terkadang merasa kuwalahan untuk menghandle beberapa kelas di beberapa waktu, khususnya ketika mood mereka sedang tidak bagus untuk diajak belajar atau sekadar bergerak. Namun, jika dibandingkan tahun lalu, tahun ini tentu jauh lebih baik. Anak-anak SMP sudah mulai tertata. Dulu ada beberapa anak yang hampir selalu bolos sekarang sudah berangkat terus. Di kelas, dulu melihat anak yang tiduran di lantai saat pelajaran, sekarang jg sudah teratasi. Jikalau ada pun baru turun ke lantai sudah ditegur dan kembali duduk di kursi. Untuk anak SMA jika dibandingkan dengan pengajaran SMUHI tentu sangat berbeda. Dulu mereka kejar-kejaran dengan gurunya padahal jauh lebih tua dan sudah berpengalaman ngajar lama. Kebanyakan guru hanya membiarkan siswanya yang penting di kelas, entah itu tidur di bawah dan sebagainya, sementara gurunya hanya diam saja duduk di kursi guru. Begitu pula dengan sekarang, mereka lebih patuh kepada guru dari safin daripada guru dari SMUHI. Contohnya waktu saya hendak mengajar di kelas 10B melihat anak-anak kls 11 masihdi gazebo sementara sudah ada gurunya di depan kelas. Saya panggil anaknya baru mau masuk, sementara waktu ibunya ikut memanggil setelah saya pun kurang digubris. Bukan merasa lebih baik, tapi saya kira hal itu menunjukkan peningkatan dari kami setelah mendapatkan bimbingan dari Bu Capri. Hal-hal yang perlu ditingkatkan adalah konsistensi guru dalam segala hal. Hal itu terkadang masih agak luput. Selain itu, mungkin bisa terus belajar untuk bisa menerima dengan lapang dada perkataan atau perbuatan siswa yang keterlaluan. Kalau untuk menimpalinya mungkin sudah bisa, tapi namanya manusia terkadang juga ada rasa sakit sedikit di hati. Cara untuk bisa mengambil hati dan mengendalikan anak-anak yang kerap menjadikan kelas keruh juga perlu ditingkatkan. Terkadang, jika mood bagus mereka bisa menurut, hanya saja kalau ingin membandel ya mereka melakukannya. Kontrol itulah yang sekiranya perlu ditingkatkan. Saya sudah bertanya juga feedback dari mereka, tapi tidak mendapat titik terang juga. Mereka berkata tahu hal yang dilakukan salah dan tidak menghargai guru, tapi waktu ingin melakukan ya dilakukan. Namanya juga anak-anak. Begitu tutur mereka. Idola saya dalam dunia pendidikan adalah RA Kartini. Tanpa perjuangan beliau mungkin saja saya tidak bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi dan mampu bersaing dengan para lelaki. Bahkan, saya bisa mengajar kaum laki-laki. Perjuangannya yang rela dimadu asal masih boleh mengajar anak-anak perempuan patut diapresiasi. RA Kartini juga mengajar dari hati, mendidik dengan sepenuh hati.

Komentar

  1. Sepenuh hati, selaksa cita. "Tahukah engkau bunyi semboyanku? AKU MAU" __RA Kartini's qoute__
    *sumber=
    https://youtu.be/MdPk28cHxG4

    BalasHapus
  2. Konsisten adalah kunci ya bu putri, tegas, mendidik harus selalu diterapkan. Betul tidak?

    BalasHapus
  3. Yuk terus tingkatkan kedisiplinan dan menjaga konsistensi yang sudah baik, kita harus yakin suatu saat ilmu yang bapak ibu berikan akan sangat bermanfaat,

    BalasHapus
  4. Ada peningkatan memang. Lebih tertata. Next bisa kita tingkatkan lagi terutama untuk siswa yang bandel

    BalasHapus
  5. Hal-hal yang perlu ditingkatkan adalah konsistensi guru dalam segala hal. Ini penting karena akan membentuk pola mengajar yg selalu disempurnakan

    BalasHapus
  6. Tegas yang konsisten adalah kunci, tetap semangat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...