Langsung ke konten utama

Review Film

Film ini mengisahkan seorang guru unik yang mengajar di sekolah menengah atas unggulan. Namun, karena sikapnya yang dinilai tidak sesuai dengan nilai pendidikan pada umumnya yang disepakati oleh guru dan lembaga pendidikan di tempatnya, dia pun dipindahkan ke sekolah dasar. Dia pun tidak terima pada awalnya. Namun, dijalaninya saja. Beberapa tahun kemudian, SMA yang ditinggalkannya menjadi sangat bobrok. Siswanya sangat amburadul dan mengenaskan. Akhirnya, dirinya diminta untuk kembali ke sekolah tersebut menjadi Kepala Sekolah. Dia berani mengambil keputusan dan memiliki mental yang kuat. Mungkin, jika saya berada di posisinya belum sanggup menerima segala protes dan olokan dari orang tua siswa yang dikeluarkan dan seluruh pihak pendidik lainnya. Namun, dengan penuh keyakinan dan ketegasannya yang konsisten membuatnya pelan-pelan memperbaiki siswa dan citra sekolah tersebut. Bahkan dia sangat teguh hatinya meski sampai dipenjarakan oleh orang tua siswa yang tidak terima anaknya di keluarkan. Dia berhasil mrngambil hati para siswanya hingga membuatnya dibela di depan penjara. Kemudian, hasil ujian pun menjawab seluruh kerja kerasnya. Yang bisa saya pelajari dari film ini adalah keteguhan hati dan kekuatan mental yang keren. Konsisten dan tegas dalam menjalankan kegiatan pendidikan sangat diperlukan.

Komentar

  1. Belum sanggup bukan berarti tidak sanggup, suatu saat insyaAllah pasti Bu Putri sanggup🤗

    BalasHapus
  2. Keteguhan hati dan ketegasan harus kita punyai juga untuk bisa menertibkan siswa

    BalasHapus
  3. Teguh, tegas, berani,
    Satu goal utama: masa depan siswa.

    Terbukti dengan kerja keras pak joe bisa menyalamatkan sekolah dan meluluskan semua siswa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...