Yang saya dapat dari pelatihan 40 JP adalah pengetahuan yang lebih detail mengenai modul ajar yang awalnya saya hanya otodidak dan menafsirkan sesuai perspektif saya. Saya juga menemukan penguatan dari hal-hal yang awalnya saya masih ragu benar tidaknya modul ajar yang saya buat. Namun, beberapa materi juga telah saya dapatkan dari Bu Capri, konsultan pendidikan kami. Bahkan, saya telah mendapatkan materi tersebut dengan lebih mendalam dan tajam. Contohnya adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat bahan ajar ppt.
Hal yang menarik dari pelatihan tersebut adalah ilmu yang didapat. Namun, karena hanya menyimak orang berbicara dan melihat tampilan yang begitu-begitu saja membuat saya bosan. Rasanya materi yang disampaikan seperti angin lalu. Sangat sedikit materi yang tersimpan dalam otak. Apalagi zoomnya malam-malam, waktu orang untuk beristirahat karena sudah lelah dengan aktivitas seharian. Otak yang sudah dikuras seharian rasanya sudah enggan diajak belajar. Jam segitu seharusnya digunakan untuk menyegarkan otak dengan hiburan-hiburan yang disukai.
Langkah yang akan diambil pada minggu ini adalah membuat rencana pembelajaran sederhana seperti yang saya lakukan sebelumnya. Rencananya tetap mengacu pada ATP, tapi tidak serta-merta sama. Menurut saya modul ajar terlalu menyusahkan dalam pembuatannya. Acuan pembelajaran lebih enak menggunakan ATP dan LKPD. Modul ajar tentu membantu. Namun, kata-kata pembuka dan informasi umum lainnya yang hanya diulang-ulang saya rasa kurang bermakna. ATP sudah mencakup semuanya.
Rencana yang akan dilakukan adalah membagi waktu untuk siswa dapat belajar materi, literasi dengan membaca dan menulis, juga latihan soal untuk menunjang pemahaman siswa. Sepertinya rencana untuk memberikan target karya sastra untuk siswa perlu saya pikirkan lagi matang-matang agar dapat berimbang. Selain itu, saya juga akan mempersiapkan lebih baik untuk mendidik.
Untuk nilai dari workshop saya beri 5. Mungkin zoom seperti itu efektif untuk sebagian besar orang, hanya saja untuk saya tidak. Saya lebih suka menonton video di youtube bagaimana cara menghandle kelas dan sebagainya. Apalagi jika disajikan dalam bentuk film atau cerita yang lebih menarik pasti materinya lebih nyantel.
Halo semua... Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani. Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...
Target karya sastra, sungguh menarik😊
BalasHapusKarena streaming yt jadi bisa dilihat kapanpun, sehingga bisa mencari waktu yg tepattt
BalasHapus