Langsung ke konten utama

Kegiatan Komposting

 


    Hari Sabtu yang jatuh pada tanggal 29 November 2022 pada tahun ini merupakan minggu kedua pelaksanaan projek pelajar pancasila yang kedua.

    Setelah projek pertama yang dilaksanakan oleh tim bahasa, yaitu guru bahasa Indonesia dan guru bahasa Inggris. Kemudian, pada projek ini dilakukan oleh tim mipa yang terdiri dari guru matematika dan guru ipa. Pada awal projek siswa diminta untuk membuat poster mengenai kerusakan lingkungan dengan enam tema pilihan.

    Pada minggu kedua, yaitu pada hari Sabtu, siswa mulai belajar untuk membuat pupuk kompos. Praktiknya, siswa sma kelas 10 dan kelas 11 ke kandang kambing terlebih dulu untuk memulai komposting, sementara anak smp dan kelas 12 menulis blog mengenai lingkungan. Kemudian, setelah mereka kembali, anak-anak smp dan kelas 12 yang gantian ke kandang.

    Teknisnya, siswa didampingi oleh wali kelas menuju ke kandang tanpa alas kaki atau bersandal karena kalau memakai sepatu pasti kotor. Sesampainya di kandang, anak-anak di sambut oleh Pak Bayu dengan micnya. Anak-anak dijelaskan mengenai apa yang harus mereka lakukan. Pertama-tama, anak diminta untuk membuat lubang sedalam 50cm dengan lebar 100cm. Tiap kelas diberi satu cangkul untuk digunakan secara bergantian dengan teman-temannya. Lubang yang harus dibuat siswa masing-masing kelas ialah 2. Setelah lubang jadi sesuai kriteria, lubang yang satu diberi kotoran kambing yang masih segar. Tentu saja segar, karena mereka mengambilnya langsung dari bawah kandang kambing dengan sekop lalu dimasukkan ke ember. Kotoran yang bulat sempurna dengan hangat dan basah itu dimasukkan ke dalam lubang. Sementara itu, lubang yang satunya diberi sisa makanan dari sarapan siswa. Setelah terisi keduanya, satu botol cairan EM4 yang sudah dicampur dengan air dituang secara rata ke dua lubang tersebut. Lalu, lubang ditutup dan anak-anak kembali ke asrama didampingi oleh guru.

Komentar

  1. Pengalaman yg berharga pasti untuk siswa. Pengolahan barang yang tak berguna katanya menjadi barang yg usepulllllll

    BalasHapus
  2. Bulat sempurna dengan hangat dan basah itu akan jadi kompos setelah diproses😅

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...