Perasaan ketika membaca blog teman-teman saya merasa insekyur karena isinya tidak ada sebel-sebelnya, ehe... karena menurut saya PR yang diberikan Bu Capri adalah proses belajar. Tulisan teman-teman beraneka ragam, baik gaya penulisan, tata bahasa, maupun isinya. Dengan membaca blog teman-teman guru juga membuat saya tahu apa yang mereka rasakan.
Setelah membaca blog dari teman-teman guru yang lain saya merasa senasib sepenanggungan sih. Ya memang harusnya sudah tahu dari dulu. Namun, rasa korsa itu lebih dapat lagi, kalau di stand up kayak call back, gitu. Kalau belajarnya bersama-sama rasanya lebih ringan ya. Mungkin itu seperti berjalan bergandengan dalam menyeberangi sungai berarus.
Sementara itu, pelajaran yang dapat saya ambil dari PR Bu Capri adalah pentingnya konsistensi. Sebagai pendidik, kami dituntut untuk terus siap dalam mengajar. Siap di sini bukan berarti hanya siap mental saja, melainkan siap untuk konsisten belajar dan mengembangkan media pembelajaran. Selain itu, kebingungan saya yang sebelumnya kesulitan untuk mencari media pembelajaran lain selain membaca, menyimak, dan menulis mulai teratasi. Bidang kebahasaan, apalagi bahasa Indonesia, terasa sulit untuk dibuat menarik hati semua siswa, mengingat buruknya tingkat literasi anak bangsa. Namun ternyata dorongan dari Bu Capri membuat pikiran buntu itu terbuka dan mengeksplor lebih jauh lagi.

Konsistensi yang utama😊
BalasHapusInsekyur no, bersyukur yes
BalasHapus