Langsung ke konten utama

Kasih Sayang Guru dan Murid

Mungkin untuk membahas hal ini sekarang rasanya agak telat. Namun, bukankah terkadang kita sengaja menelatkan diri dalam memberi ucapan ke seseorang agar terasa berbeda dengan yang lain sehingga lebih spesial? Iya, hari guru telah melewati hari-hari lalu. Tapiiiii, layaknya hari valentine bukanlah budaya kita karena budaya kita sesuai anjuran nabi kita, Muhammad saw, setiap hari adalah hari kasih sayang. So, kasih sayang murid guru tidaklah cukup dikenang atau diperingati hanya dalam satu hari tiap tahunnya. 

Guru yang katanya berasal dari kata "digugu" dan "ditiru" jugalah seorang manusia. Manusia yang kerap punya salah, manusia yang tak luput dari amarah, dan manusia dengan sifat-sifat manusiawi lainnya. Guru sebagai pendidik berusaha semaksimal yanh dibisa untuk menjadi contoh bagi anak didiknya, menjadi fasilitator bagi anak didiknya dalam meraih sekaligus mengembangkan ilmu yang dimilikinya hingga menjadikan mereka insan yang berguna bagi lingkungan terdekatnya dan negara.

Dulu ketika duduk di bangku sekolah dasar saya bercita-cita menjadi seorang guru karena melihat guru saya waktu itu bekerja dengan enaknya. Guru hanya masuk ke kelas sebentar memberi tahu sekretaris kelas untuk menuliskan materi di papan tulis, lalu peserta didik yang lain mencatat. Lalu, beliau ke mana? Ya ke kantor, bercengkerama dengan rekan guru yang lain sambil memakan jajanan yang telah disiapkan pegawai sekolah dengan menyeruput teh hangat yang telah disuguhkan. Melihat hal itu tentu saja langsung terbesit di otak saya. "Wah enak banget ya jadi guru. Kerjanya santai, nggak ngapa-ngapain."

Ehhhh, ternyata.... Sekarang setelah menjadi guru ternyata tidak sesantai dan semudah itu, hehehe.... Guru seharusnya mendidik siswanya tidak hanya pintar Iq-nya saja, tetapi juga Eq-nya. Guru harus mempersiapkan sekaligus mengembangkan segala media agar bisa menjadikan anak didik paham dan menyukai materi yang kiga ajarkan.

Semangat dan selamat atas segala jasamu yang tak terlihat wahai para guru... 

Komentar

  1. Lebih dari mengajar, yaitu mendidik.. semangat guru guru yang luarbiasa

    BalasHapus
  2. Jika kau sayang pada saudara-saudarimu, katakanlah, aku mencintaimu karena Allah😍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...