Langsung ke konten utama

Last Blog in 2022


    Halloo semua... well come back to my blog!
    Ini bakal jadi blog terakhir di tahun ini ya sobatt....

    Foto ini adalah salah satu kenangan di tahun 2022. Kenapa aku memilih foto ini? Untuk kalian yang bertanya-tanya, biar aku jawab ya... Latar dari foto ini adalah alam yang saya artikan sebagai hidup. Lalu ada seorang yang berlaku sebegai guru dan seorang lagi berlaku sebagai murid di dalamnya. Seorang murid hanya diam, sedikit menunduk, sedangkan seorang guru sedang memberikan petuah entah apa kepada muridnya. So ya kayak hidup ini memberikan pelajaran hidup kepada kita manusia sebagai muridnya. hehehe... sok filosofis sekali ya aku...

    Eh belum selesaiiii. Lihatlah ke bagian atas foto. Di antara dedauanan itu ada siluet-siluet cahaya yang membuat foto ini (yang saya ibaratkan sebagai kehidupan) menjadi terang dan terlihat jalan yang benar sehingga membuat kita tidak tersesat atau salah jalan. Kalian bisa menebak dong artinya? Yap betul sekali, Tuhan. Cahaya itu aku anggap sebagai tangan Tuhan dalam hidup kita. Oke, sekian aja filosofi yang saya karang-karang dari foto di atas wkwk

    Di blog ini aku mau bercerita nih sob, apa yang aku dapat dari tahun 2022 selama aku di Safin Pati Sport School ini. Yah, yang pertama adalah PERTEMUAN. Aku bertemu dengan sosok hebat dalam dunia pendidikan yang kudapat dengan cuma-cuma karena aku tidak perlu merantau jauh untuk bisa bertemu dengan beliau dan tidak pula harus mengeluarkan rupiah dari kantongku. Siapa lagi kalau bukan Dr. Capri Anjaya... Ya sosok hebat yang menjadi konsultan pendidikan kami. Tugas yang banyak dan tekanan yang tidak kecil turut menyertai kami karena bertemu dengan beliau.

    Alhasil, beberapa teman kami tidak lagi bisa membersamai langkah kami di sini. Itulah yang kudapat yang kedua, yaitu PERPISAHAN. Kami yang masih tersisa dan dianggap sebagai orang-orang pilihan ini harus berpisah dengan teman-teman lain yang mungkin memang bukan rezekinya di sini. Awalnya aku kaget dan ngeri sekali. Apa aku juga akan aman di sini? Kalau iya, sampai kapan amannya? Apa aku akan kuat? Ya sudah aku jalani aja dulu sekuat yang aku bisa. Hingga akhirnya, sampailah aku di titik ini. Setengah tahun sudah berjalan dan berkembang dimentori oleh beliau dan ya nyatanya aku kuat. Justru aku malah mendapatkan banyak pembelajaran dalam dunia pendidikan. Kadang ada rasa capek dengan semua beban ini, apalagi ada tambahan mengajar dan tanggung jawab nilai di luar pelajaran bahasa Indonesia.

    Namun, setelah kupikir-pikir dengan temanku yang sekarang sedang belajar di PPG juga sama. Aku malah belajarnya sembari bekerja dan mendapatkan gaji, sementara mereka fokus belajar. Dan aku teringat kembali pada teman-teman yang kata Bu Capri kita tidak bisa berlari kalau masih mempertahankan mereka. Ya, aku merasakannya. Apalagi banyak di antara mereka yang menjadikan sekolah kita ini sebagai sampingan. Tentu akan sangat berat menjalaninya dan mungkin tidak akan sanggup.

    So, yang kudapatkan lagi di tahun ini dari SPSS adalah PERUBAHAN. Kami belajar dan terus berlari untuk mencapai perubahan yang maksimal sebagus yang direncanakan. Semoga kita diberikan kesehatan dan kemampuan untuk terus berkembang menuju perubahan yang lebih baik lagi terus ke depannya. Aamiin...

Komentar

  1. Whatever happened in this year, take it a lesson, to be better in the next year😊

    BalasHapus
  2. Everything has changes kalo kata ed sheraan dan taylor swift

    BalasHapus
  3. Semoga tahun depan jauh lebih baik lagiiii 😊

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...