Langsung ke konten utama

Mengeluh itu Tak Apa


     HARI INI, LAGI-LAGI BLOG LAGI-LAGI BLOG! SAYA BOSAN DAN CAPEK!!!! Ya gimana tidak, seminggu ini tiap hari harus ngeblog. Belum lagi harus memikirkan nilai rapor yang jumlahnya 10 jenis hanya untuk SMA saja. Huh... kadang iri sama yang cuma buat nilai sedikit saja. Belum lagi ditambah dengan membuat rapor SMP yang tentu saja tidak sedikit jumlahnya. Mana ditambah dengan  isi rapor wali kelas karena IKM harus e-rapor dan ada rapor projek. Nilai bahasa Indonesia SMP dan SMA, nilai PKN, ditambah lagi nilai bahasa Jawa. Dannnn masih ada satu lagi, input nilai PJOK. Para guru pasti tahu menginput nilai tidak semudah itu kan. Aduh... memikirkannya saja membuat pusing. Makanya tidak usah banyak dipikir, langsung dikerjakan saja.

    Tidak cukup dengan itu saja. Masih banyak hal lain yang harus dikerjakan, yaitu mendekorasi kelas agar terlihat menarik dan cantik. Tentu saja memikirkannya tidak satu menit dua menit cukup. Perlu berjam-jam mencari inspirasi melalui media sosial. Selain itu juga perlu berkali-kali mencoba mengaplikasikan ide dalam pikiran ke aksi nyata. Ketika sudah diterapkan eh ternyata masih kurang oke, ya nyoba lagi. Masih kurang puas ganti lagi. Sudah oke tapi rasanya kurang greget, nyoba hal baru lagi. Hingga jadilah seperti yang tertempel di dinding kelas.

    Dekorasi yang dilakukan tentu dan tennnnntu saja tidak cukup satu dua karena dinding di kelas 7 sangatlah luas. Ada empat bagian utama yang akan saya isi, belum lagi sebelah papan tulis yang kayaknya mau diisi juga. Tapi entahlah kita lihat saja besok. Hari ini dan kemarin saja sudah lembur-lembur dan belum selesai juga. Kan waktunya juga terpakai untuk zoom meeting bersama ibunda kita tercinta, siapa lagi kalau bukan Bu Capri. Belum lagi harus menulis blog dengan beratus-ratus kata yang dibutuhkan waktu tidak sebentar. Eits, jangan salah ada PR juga lho yang harus dikerjakan.

    Huhhh.... capek banget kan? Iya bestieee capek banget. Rasanya sehari yang cuma 24 jam itu tidaklah cukup. Jangan kira di rumah bisa istirahat dengan tenang ya. Di rumah itu masih harus berpikir, mencari inspirasi, dan mengerjakan PR dari Bu Capri. Gimana? Bacanya aja ikutan capek ya? Terima kasih sudah mau membaca keluh kesahku hari ini. Mengeluh itu tidak apa lho. Sesekali kita memang harus mengeluarkan unek-unek dan keresahan hati. Jika cuma dipendam-pendam terus lama-lama jadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Malah bisa-bisa jadi gila ehehehe...

    Yang penting itu, tidak mengeluh setiap hari. Sesekali mengeluh itu wajar. Namanya juga manusia. Ya kan?? Selepas mengeluh harus kembali semangat bekerja. Ah ini aja mengeluh masih sambil bekerja ehe. Ya intinya mengeluh itu tidak apa apa kawan. Tetap produktif ya.... Keep learning, keep growing to teaching.

Komentar

  1. Mengeluh boleh jika memang diperlukan😊

    BalasHapus
  2. Mengeluh hal yg manusiawi sih hehehe... Asal tak keterusan

    BalasHapus
  3. fixed mindset VS growth mind set.... which one are you are?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...