Langsung ke konten utama

Refleksi Growth Mindset

 


    Oke everybody....

    Hari ini kita berjumpa lagi di blog aksara sastra tercinta..... Tiap hari nulis blog ya, hmmm capek sih, bosen sih... tapi justru itu tuh yang membuat kita keren. Tidak cukup terbiasa dan menjadi bisa, tapi juga menjadi luar biasa. Tulisan kali ini akan lebih kompleks daripada tulisan yang kemarin ya ges ya... Oke, langsung saja, cek it dot!

    Pembahasan pertama kita mengenai 3 hal yang saya pelajari dari training dengan konsultan pendidikan safin pati sports school hari ini. Tiga hal itu adalah mengajari tidak berarti mencekoki dengan materi, kepintaran bisa dikembangkan setiap saat, dan memiliki growth mindset sangatlah penting. Dari cuplikan video Thailand, yang mengisahkan seorang ibu yang tidak sekolah, tapi mampu mengajari anaknya hingga berhasil. Berhasil di sini bukan berarti menjadi orang yang sukses dengan uang miliaran atau menduduki jabatan ya.... Ibu itu mengajari anaknya dengan cara memberinya contoh tanpa harus mendikte anaknya apa yang harus dilakukannya dalam menghadapi masalah.

    Ketika anaknya tidak bisa mengupas nanas dan ibunya melihatnya, ibunya langsung mengambil nanas dan menunjukkan cara mengupasnya tanpa mengatakan apa pun. Melihat yang dilakukan ibunya, si anak pun mengikutinya sehingga anak itu pun berhasil mengupas nanasnya. Kemudian, ketika dia gagal dalam mencoba berjualan, ibunya tidak berkomentar apa pun, tidak menyalahkan ataupun memberinya solusi. Namun, si ibu meminta anaknya untuk pergi ke pasar, melihat bagaimana orang berjualan. Si anak pun melakukan pengamatan. Lalu, anak itu mengerti dan mengaplikasikan apa yang dilihat dan didengarnya di pasar ke dalam sebuah ide membuat poster dan hal lainnya untuk jualannya. Alhasil, jualan es krim nanasnya pun laris manis. Sang ibu pun bangga karena anaknya dapat memecahkan masalah dengan caranya sendiri. Hal itu tentu sangat baik untuk diterapkan di kelas, yaitu dengan memicu cara berpikir siswa tanpa harus mendiktenya. Guru menjadi mediator untuk siswa dalam menimba ilmu.

    Tidak semua siswa dilahirkan dengan otak yang cerdas dalam pelajaran. Namun, semua siswa cerdas dalam bidangnya masing-masing. Jika tidak ada keahlian yang terlihat menonjol, berarti anak itu kurang mengembangkan bakat yang dia punya. Semua potensi tidak akan dapat berkembang secara maksimal jika tidak dipicu. Oleh karena itu, kepintaran dalam hal apa pun bisa dikembangan setiap saat asalkan pribadi tersebut mau untuk belajar dan berusaha. Untuk dapat mengembangkan segala kepintaran yang dimiliki oleh manusia, pribadi tersebut harus memiliki growth mindset. Ketika pribadi tersebut lebih cenderung ke fixed mindset, orang tersebut akan mudah menyerah dan tidak memiliki semangat belajar tinggi. Jadi, Growth mindset sangatlah penting untuk dimiliki setiap orang.

    Pembahasan yang selanjutnya adalah mengenai 2 hal yang saya senangi dari training hari ini. Kedua hal yang dapat membuat saya tertarik adalah materi yang diberikan interaktif dan berwarna. Bu Capri tidak hanya berceramah dan peserta training mendengarkan, tetapi kami diajak untuk aktif berdiskusi dan berpendapat. Hal itu tentu membuat kami lebih fokus dalam mengikuti training. Yang biasanya ngantuk menjadi tersadar kembali karena tiba-tiba di tanya dan diminta mengutarakan pemikirannya. Selain itu, tampilan slide-slide yang penuh warna juga membuat eye catching sehingga melihatnya pun tidak membosankan. Ada pula gambar-gambar yang membuat tampilan tidak monoton. 

    Pembahasan yang terakahir adalah 1 pertanyaan. Pertanyaan yang saya ajukan ialah "Bagaimana cara mengubah orang fixed mindset untuk menjadi growth mindset?" Bu Capri menjawab bahwa mengubah fixed mindset untuk menjadi growth mindset tidaklah mudah. Perlu ada yang terus mengingatkan dan yang penting kita berada di lingkungan growth mindset. Perubahan itu tidak serta merta terjadi, tetapi melalui proses pelan-pelan yang konsisten dilakukan. Yang paling terpenting adalah adanya kemauan dari orang tersebut untuk mau berubah. Perubahan itu tidak hanya diinginkan di mulut saja, tetapi juga sungguh-sungguh dalam hati dan pikirannya sehingga bisa mengamalkannya ke dalam sebuah perilaku.

    Oke ges sekian dulu blog hari ini, sampai jumpa lain hari ya, bye bye.....!


Komentar

  1. Kemauan yg merasuk ke dalam hati dan pikiran hingga mengewantah pada amal, "do it" is growth mindset😊

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...