Langsung ke konten utama

Refleksi Materi Journal

 

   Setelah membaca berbagai manfaat dari menulis jurnal, saya jadi makin tertarik untuk menerapkannya pada anak-anak di sekolah. Untuk diri saya pribadi sebenarnya sudah mulai menulis jurnal sejak dulu. Tapi ya jangan dibayangkan jurnal yang gimana-gimana ya. Paling ya menuliskan target dan hal-hal apa yang ingin dicapai. Terus untuk mewujudkan goals itu saya menulis to do list.

        Karena apa yang saya tuliskan terwujud, bahkan hampir sama persis dengan yang saya tulis, saya menjadi makin semangat untuk menulis. Pada tahun 2020 perencanaan jurnal saya lebih tertata. Bulan ini harus mencapai ini, harus melakukan ini. Dengan begitu... hari-hari terasa lebih produktif. Eits, jangan salah! Istirahat itu termasuk produktif lho ya. So, nggak harus kerja keras tiap hari. Istirahat juga perlu dijadwalkan dalam jurnal.

        Balik lagi ke anak-anak atau peserta didik. Saya sudah berencana untuk memberikan spare waktu untuk mereka menuliskan dalam buku khusus. Namun, saat itu saya hanya berfokus pada hasil karya sehingga rencana saya mereka bebas memilih untuk menulis jenis karya sastra apa dalam buku mereka. Jika ada anak yang tidak suka menulis, mereka akan saya pinjami buku dan nanti menuliskan hasil bacaannya. Namun.... setelah mendapatkan materi dari Bu Capri, saya sadar bahwa meminta mereka untuk mengekspresikan diri mereka ke dalam karya sastra tidaklah semudah itu. Mereka harus dibiasakan dahulu untuk menulis dan itu sudah mulai terlaksana dengan menulis blog pada tiap hari Sabtu. Namun, untuk terbiasa mengolah emosinya ke dalam karya sastra juga perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, saya terpikirkan untuk mengenalkan mereka terlebih dulu bagaimana menuangkan ekspresi diri mereka ke dalam narasi. Setelah itu, baru mengajak mereka untuk mengolah penarasian ekspresi diri mereka menjadi karya sastra.

        Dari hal itu yang bisa saya petik adalah... "Selalu ada proses untuk mencapai hasil yang diinginkan". Proses itu perlu perencanaan yang matang dan tidak harus instan. Semangat berproses, semoga proses kita mencapai tujuan yang kita inginkan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...