Langsung ke konten utama

Ada Cerita di SIS


    Halo teman.. bertemu lagi dengan saya melalui tulisan di blog aksara sastra ini.

    Kali ini saya akan bercerita tentang Singapore Intercultural School. Eits... tunggu dulu, di blog ini nuansanya merah-merah lo kayakkk apa hayo?? wkwk Pas banget ya Safin Pati Sport School bernuansa merah, mulai dari logo hingga kaos polo yang kita kenakan hari ini untuk berkunjung ke SIS juga merah. Eh.. di SIS juga nuansanya merah-merah, lihat saja logonya dan sofa yang kita duduki. Usut punya usut tadi saya sempat dikira siswa lo hahaha... Bapak Konsultan yang memakai baju batik mengira saya murid SMA Safin Pati Sport School, "Ini siswanya ya?" Begitu beliau bertanya. Ya mungkin efek baru bangun tidur ya kan.. Semalam kan saya hanya tidur barang kali sekitar 2 jam saja. Eh udah minum antimo tapi di perjalanan juga masih susah buat tidur. Baru mau sampai ke alam tidur eh sudah sampai bandara. Mau tidur lagi eh sudah dikit sih, sampai ke SIS. Ya itu dengan wajah lecek dan mata yang tidak bisa disangkal kayak baru bangun tidur ehehe... mana Bu Capri langsung ngajak foto lagi aduduh...

    Selanjutnya, kami diajak berkeliling melihat sekolah dari TK hingga SMP. Dari sekian fasilitas yang memadai dan dekorasi kelas yang ramai, saya justru tertarik dengan dinding di foto ini. Dinding ini bukan sembarang dinding, tetapi dinding yang memberikan apresiasi kepada gurunya yang setia bekerja di sana dan apresiasi kepada para siswa yang berhasil melanjutkan sekolah di berbagai perguruan tinggi yang tidak hanya di Indonesia, tetapi sampai mancanegara. woww keren ya... Nah, harapannya biar adik kelas yang lihat bisa termotivasi untuk mengikuti atau bahkan melampaui jejak kakak-kakaknya. Bisa nih di ATM untuk di SPSS.

     Setelah capek berkeliling kami dipersilakan untuk meminum teh atau kopi yang telah disediakan dan ada camilan juga. Di ruangan tersebut kami mengeluarkan segala unek-unek pertanyaan selama berkeliling sekolah. Tidak lama, karena harus melanjutkan perjalanan, kami pun segera memohon undur diri dan kembali berfoto bersama karena foto yang sebelumnya tidak ada Pak Bagas. So, itulah cerita di balik kunjungan ke SIS. Semoga dari sana kita bisa mengambil sedikit banyak pelajaran ya kawan... eh ada bonus foto satu lagi nih.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...