Langsung ke konten utama

Apa Yang Harus Dilakukan?

 

    

    Halo semua, apa kabar hari ini? It's oke kalau lagi nggak baik. Kamu tidak harus baik tiap hari. Yang penting besok bisa kembali ceria lagi. Oke sembari mengisi waktumu, simak ceritaku berikut ini ya....

    Hari ini Bu Capri meminta para guru menonton video yang dibagikan ke grup untuk dikomentari. Setelah semua berkomentar, Bu Capri memberikan pertanyaan kepada guru, Apa yang dilakukan guru agar tidak menyerah seperti video yang kami simak? 

    Fyi, isi dari video yang dibagikan adalah kisah seorang perempuan yang diremehkan di suatu ajang pencarian bakat di negerinya sendiri, tetapi justru menjadi juara pertama ketika mengikuti ajang pencarian bakat di negara lain. Ya, dari video itu bisa ditarik kesimpulan bahwa kita akan dihargai di tempat yang tepat. Ketika kamu tidak dihargai, bukan berarti kamu yang tidak berharga, tetapi bisa jadi tempat itulah yang kurang sesuai dengan dirimu. Namun, terlepas dari faktor eksternal itu semua, kita juga harus tetap semangat dan bangkit dari keterpurukan untuk kembali berjuang dan mengembangkan diri.

    So, dari video itu aku justru lebih merasa berhubungan dengan guru, bukan murid. Untuk itu, aku uraikan dulu dari sisi guru ya. Guru telah mengembangkan diri, berusaha mendidik anak semaksimal mungkin hingga di semester dua awal ini terasa sekali perbedaannya. Mereka mulai peka dan menghargai guru, bisa diatur, dan mulai bisa mendengarkan. Namun, tiba-tiba saja yang kami bangun dengan susah payah itu seperti diporak-porandakan. Rasanya rencana pembelajaran yang telah kubuat seperti yah gpp nanti bisa diakali. Jalani saja secara adaptif.

    Yang membuatku sedikit memiliki angin segar adalah ketika beberapa anak tidak menghendaki perubahan jam sekolah ini. Mereka merasa sekolah juga diperlukan. Hal itu menunjukkan bahwa kepedulian mereka dan pemikiran mereka mulai terarah memikirkan masa depan, tidak lagi hanya memikirkan lelah dan malas yang dirasa saat ini, seperti X kelas 12, Y kelas 10, dan beberapa yang lain. Bahkan, beberapa orang tua langsung berkomentar terhadap perubahan ini. Banyak yang tidak setuju.

    Untuk menjawab pertanyaan, Apa yang bisa dilakukan guru? Aku pribadi akan tetap sesuai tujuan awal. Ada beberapa permasalahan yang mereka perlu kembangkan menurut pengamatanku selama ini, yaitu mereka kurang dalam hal memahami suatu permasalahan, belum bisa berpikir kritis dengan melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang, belajar menjadi pendengar yang baik, dan berbicara sesuai konteks di depan umum. Untuk mendengar kupaksa mereka untuk membiasakan diri dan itu sudah mulai ada perubahan dibandingkan dulu. Untuk berbicara mereka sangat pintar, tapi tidak terstruktur dan kontekstual. Sekarang aku lagi memaksa mereka untuk berani berbicara di depan teman-temannya dengan menceritakan hasil bacaannya atau pun dengan mengulang instruksi dari aku sehingga melatih pemahaman, mendengar, dan kemampuan berbicara. Untuk berpikir kritis aku terapkan melalui analisis dalam pembelajaran.

    Pembiasaan dan meminta mereka untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang sangat perlu agar mereka tidak hanya melihat dari sisi mereka saja sehingga mudah menyerah karena merasa lelah dan lain hal. Dengan tujuan yang kutetapkan juga akan membuat anak-anak berani menyampaikan pendapat secara sehat dan berani mengungkapkan pendapatnya di depan umum. Menanamkan karakter yang baik seperti membuang sampah pada tempatnya sangat kukedepankan. Mengajak mereka berdiskusi dan menjadi teman mereka ngobrol memosisikan diri menjadi mereka juga akan membuat mereka merasa lebih dipahami dan akan lebih mudah untuk menanamkan jiwa pantang menyerah. Namun, jika hanya guru saja yang mendidik mereka rasanya sangat tidak cukup, apalagi jika pihak-pihak lain kurang sejalan. Semoga kita bisa bersama-sama menghasilkan pemuda-pemuda Indonesia yang berkarakter baik dan berguna di masyarakat.

    Sampai jumpa di lain kesempatan....

Komentar

  1. Aamiin ya Allah🙇‍♀️
    Langsung hari ini juga ada ortu yang meneleponku dan kurang sepakat dg sistem yg baru✌

    BalasHapus
  2. Bagus kak, semangat terus mendidik anak anak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...