Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.
Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas panjang baru bisa berpikir sesuai growth mindset. Ya namanya emosi itu kan reaksi kimia di kepala ya, jadi tidak bisa kita kontrol. Yang bisa kita kontrol adalah bagaimana sikap yang kita ambil saat merasakan emosi tersebut. Jadi refleks untuk langsung growth mindset itu kadang masih kurang.
Selain refleks yang masih saya rasa kurang, konsistensi juga terkadang kurang karena kedua hal itu berkaitan. Oleh karena kekurangan itu, saya ingin mengembangkan diri saya perihal konsistensi dalam semua hal. Saya akan terus melatihnya secara konsisten sehingga refleksnya juga akan mulai lebih peka. Saya berharap semoga diri saya ini lebih konsisten lagi dan lebih peka lagi dalam menerapkan pemikiran growth mindset dalam diri saya.
Harapan saya untuk orang lain semoga mau membuka diri untuk beralih dari fix mindset untuk menjadi growth mindset. Dari guru-guru rasanya mereka sudah mulai beralih dan memiliki growth mindset. Namun, dari pihak lain dalam managemen mungkin masih ada yang belum growth mindset sehingga kadang berakibat kurang nyaman di orang lain. Saya sangat berharap dapat mengajak anak-anak untuk berpikir secara growth mindset agar mereka ke depannya menjadi generasi yang lebih baik lagi.
Sekian blog saya kali ini, sampai jumpa di blog selanjutnya....

emosi itu kan reaksi kimia di kepala ya, ayo reaksinya gmn😅
BalasHapusYok sama sama ber-growth mindset. Bisa yok bisa
BalasHapusMari menebarkan growth mindset ke penjuru negeri
BalasHapussaling mengingatkan dan memberi masukan,
BalasHapus