Langsung ke konten utama

Kabar Pagi

 


    Pagi-pagi saya membuka ponsel, mengaktifkan wifi dan membiarkannya sejenak untuk memberi waktu segala macam chat masuk. "Selamat pagi, apakah sudah siap presentasi hari ini?" Pak Aripin dan saya menjawab pesan dari Bu Capri di grup Safin Kurikulum Merdeka. Balasan pun kembali tampil di layar, "Yang siap baru Arifin, Putri, dan Dwi saja? Pak Rozzaq bagaimana?" Hingga Pak Rozzaq pun menjawab "siap, Bu" maka lahirlah pengumuman bahwa presentasi hari ini ditunda.

  Jika biasanya rapat zoom di hari Selasa, kali ini diundur hari Rabu. Kabar pagi hari ini memberitahukan bahwa presentasi diganti esok. Kami pun bisa kembali membenahi ppt yang telah dibuat sebelumnya agar menjadi lebih baik. Sampailah kita di hari selanjutnya...

    Rabu telah tiba. Kami sudah siap sebelum pukul satu. Saya memakai chrome book karena biasanya kalau memakai laptop saya suka keluar masuk zoom. Ya sebenarnya sih karena jaringannya. Tapii kalau pakai laptop punya saya pribadi speakernya sangat pelan. Chromebook pun saya nyalakan. Saya masu ke wa web dan membuka link zoom yang biasanya digunakan jauh sebelum pukul satu. Bahkan, saya tidak berani ke kamar mandi dulu karena takut telat zoom. Eh ternyata sampai sepuluh menit berlalu Bu Capri baru masuk zoom. Zoom pun dimulai.

    Presentator pertama jatuh pada Pak Rozzaq. Pak Rozzaq mempresentasikan hasil bacaannya dengan pptnya yang minimalis. Dari presentasi Pak Rozzaq, saya mendapatkan beberapa pelajaran, seperti membuat ppt lebih menarik dan hidup. Kemudian, kami memberikan penilaian sesuai kriteria yang dibuat oleh Bu Capri. Kebanyakan guru memberikan penilaian yang bagus, rupanya masih malu-malu. Kemudian, presentasi dilanjutkan oleh Pak Arifin. Tampilan ppt jauh lebih menarik dari Pak Rozzaq dan lebih banyak gambar. Namun beberapa gambar terkadang tidak konsisten. Misalnya tokoh cewek pas awal gambarnya tidak terlihat cewek. Dari presentasi Pak Arifin saya kembali teringat kejadian awal training bersama Bu Capri waktu itu tentang penilaian. Bu Capri langsung menilai 0, tapi guru yang lain masih memberikan nilai walau kecil. Saya pun masih memberikan nilai meskipun cuma 1 hehehe... Rasanya kalau 0 terlalu jahat. Namun sudah semestinya 0 dan ke depannya saya akan menerapkan seperti itu. Tidak ada toleransi untuk kriteria yang sudah jelas.

    Zoom diakhiri dengan tugas. Semoga nanti hari Sabtu kita bisa membuat video sambil ngopi di zeito ya wan kawan, oh iya kata Pak Bayu mau syukuran ulang tahun ehehehe....

Komentar

  1. Wah zeito itu dimana ya? Pulangnya sebelum maghrib ya😅🙇‍♀️

    BalasHapus
  2. Wah kena mention ini.. ampun bu Putri 😂

    BalasHapus
  3. Harus tegas, 0 ya nol no no nilai kasihan,..

    Semangat belajar kita

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...