Langsung ke konten utama

Kelas 7 Berbunga

 

Halo semua...

Hari ini kelas 7 menyesaikan prakarya yang dibuat dari pengolahan limbah anorganik dari projek pelajar pancasila yang di PJ i oleh tim mipa. Kelas 7 memilih plastik sebagai limbah anorganik yang akan diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna dekorasi. Bagaimana keseruannya? Seberapa lama prosesnya?? Simak saja ceritanya berikut ini, hehehe... 

Hari Sabtu minggu lalu anak-anak saya beri beberapa link youtube untuk melihat kreasi sesuai yang mereka mau. Namun, namanya anak-anak kalau arahannya tidak begitu jelas ya agak susah ya hehehe... Ada yang mencoba-coba sendiri. Ada yang bingung, ya kebanyakan bingung sih cara buatnya. Akhirnya saya memberikan tutorial manual dan akhirnya mereka ikuti. Mulai dari memotong plastik berbentuk lingkaran dengan pola yang telah dibuat di kertas tebal. Lalu melipat kertas bulat yang dibuat dan memotongnya hingga terbentuklah pola bunga.

Mereka memotong-motong pola lingkaran terlebih dulu hingga terkumpul sesuai jumlah yang hendak dibuat bunga. Jika sudah dipotong membentuk pola bunga, mereka mulai mengelem dengan cara menempelkan bunga pertama ke gunting kasih lem dan kembali dikasih bunga sebanyak 3 lapis. Lalu, terbentuklah bunga-bunga cantik.

Di hari Sabtu minggu kedua ini, anak-anak melukis tangkai bunga di atas kardus untuk ditempeli bunga-bunga plastik yang telah dibuatnya di Sabtu lalu. Mereka melukis, menempel, dan membingkainya agar terlihat lebih cantik dan rapi. Sesudah jadi mereka menempelnya ke tembok kelas agar kelas terlihat lebih ramai dan hidup. 

Begitulah cerita projek kami dalam membuat bunga dari plastik. Sampai jumpa di lain waktu. Bye bye...  

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...