Hari ini saya akan bercerita tentang pembelajaran pertama bahasa Indonesia di kelas 10 Blue. Materi pertama fase E pada semester dua ini adalah teks biografi. Pertama-tama anak diberikan gambar R. A. Kartini yang dipegang oleh Rama. Guru menanyakan siapa tokoh dalam gambar tersebut dengan cara menunjukkan gambar ke seluruh siswa secara memutar karena tempat duduk mereka berada di sisi kanan dan sisi kiri.
Anak-anak sangat antusias dalam menebak siapa tokoh pada gambar. Karena antusias tersebut, saya meminta anak-anak untuk membiasakan diri angkat tangan sebelum menjawab. Satu per satu anak mulai mengangkat tangannya dan saya memberikan kesempatan untuk mereka mengutarakan pendapatnya. Namun, ketika saya menunjukkan gambar kedua, seperti yang dipegang oleh Naufal Syafiq, tidak ada satu pun yang mengangkat tangannya. Saya pun kembali bertanya, "Ayo siapa yang bisa menjawab saya kasih hadiah menarik!" Kelas sepi, sesekali ada yang nyeletuk, "Nyi Roro Kidul, Ms." Ternyata Ratu Kalinyamat tidak digaungkan di tengah-tengah masyarakat, apalagi anak remaja zaman sekarang. Padahal, jasa beliau dalam masa penjajahan sangatlah patut untuk diapresiasi.
Setelah menyinggung dua tokoh tersebut. Saya bertanya kepada mereka apa yang terlintas di pikirannya ketika mendengar biografi. Lalu, ada yang mengangkat tangannya dan memberikan pendapatnya. Ada yang mengutarakan "sejarah", ada yang "biodata", ada yang "berisi latar belakang hidup dari orang yang diceritakan", dan lain sebagainya. Setelah itu, saya mempertanyakan apakah mereka pernah membaca atau melihat biografi R. A. Kartini sebagai pahlawan yang mereka kenal. Dari sana saya memperkenalkan teks biografi dan perbedaannya dengan teks autobiografi. Foto di atas adalah foto ketika anak-anak merangkum apa yang didapat dari materi hari ini. Ada juga siswa yang menuliskan materi di papan tulis sehingga apa yang mungkin terlewat oleh siswa bisa terlengkapi dengan tulisan temannya di papan tulis.
Tanpa harus memberikan pengertian secara langsung dengan panjang lebar dan mungkin saja sangat mudah untuk mereka lupa, saya memperkenalkan apa yang dimaksud teks biografi dan teks autobiografi sehingga mereka bisa mengerti dengan cara mereka sendiri untuk terus mengingatnya hingga nanti. Saya juga mulai sering-sering meminta anak untuk mengulangi instruksi yang saya berikan sebagai peninjau apakah instruksi saya sudah dimengerti siswa atau belum. Ya, semoga makin hari kian berkembang dalam pengajaran di kelas dan bisa menjadi guru yang disegani dan diingat baik oleh siswa ketika sudah tidak lagi bersekolah di sini.

Aamiin ya Allah🙇♀️
BalasHapusMungkin ke depan para siswa juga bisa diminta buat autobiografi dirinya, gak harus nunggu mereka jadi pemain Timnas😄
Judulnya bisa diganti dengan wanita Jepara ya kak hehe
BalasHapusGuru kreatif dan inspiratif
BalasHapusKerennn, memberikan pemahaman utuh melalui aktivitas
BalasHapusWanita wanita menginspirasi
BalasHapusKelas yang sangat seru dan menarik :)
BalasHapusbesuk biografi tentang gurunya ya bu
BalasHapus