Langsung ke konten utama

Today is Tuesday

 

 

     Today is Tuesday....
    Ada apa kalau Selasa? Tentu saja jadwal rutin berbincang ria bersama Bunda Capri Anjaya. Kali ini saya akan menceritakan tiga hal yang dibahas dalam bincang siang hari ini. Pertama-tama mengenai bandicam. Apa sih itu bandicam? Bagi kalian yang baru pertama kali mendengar tenang saja, tidak perlu risau dan merasa kudet karena saya juga baru pertama kali ini memakainya. Ya awalnya cuma mengenal istilah saja, serasa tidak asing lagi di telinga.

    Bandicam ini adalah suatu aplikasi yang bisa digunakan untuk merekam diri saat presentasi. Kamu sering lihat video di youtube alur cerita film yang di pojok layar ada muka orang sedang bercerita? Nah kurang lebih seperti itulah. Misal orang streaming main game. Jadi, tampak layar ppt yang dipresentasikan disertai dengan muka dan suara orang yang mempresentasikan.

    Nah, berhubungan dengan hal itu, Bu Capri mengenalkan kami cara membuat konten review novel dengan menggunakan bandicam. Tentu saja saya mengulanginya berkali-kali karena ada kata yang rasanya kurang enak atau belibet sedikit ngomongnya. Yah pokoknya banyak kalilah takenya sampai bisa jadi satu video utuh. Sangat menarik bukan? Penasaran sama hasilnya? Cuss langsung cari saja di youtube Review Novel Robert Anak Surapati karya Abdoel Moeis ya... Eits... jangan lupa disubscribe, like, n tidak lupa komentar, yah meskipun sekarang komentarnya masih belum bisa padahal sudah saya ubah pengaturannya, hmm... Semoga pas kamu mau komentar sudah bisa ya, aamiin....

    Youtube milik saya baru saya unggahi video untuk pertama kalinya hari ini. Rasanya sudah tidak asing sih karena waktu dulu acara Espora saya yang bagian unggah video. Namun, entah kenapa komentarnya masih belum bisa aktif juga hmmm.  Semoga ke depannya youtube saya ini bisa berkembang ya aamiin... karena dari kemarin-kemarin, bahkan sudah setahunan ini saya ingin sekali membuat konten pembelajaran seperti itu, tapi belum terlaksana juga ehehe....

    Dalam melihat konten atau video presentasi teman, kami tidak serta merta menilainya sesuai subjektivitas kami secara pribadi saja. Namun, ada kriteria penilaian yang telah ditentukan sejak awal. Jika ada kesenjangan dalam penilaian sepertinya perlu ditinjau lagi konsistensinya dalam memberikan penilaian. Saya merasa masih ada subjektivitas dan rasa kurang enak jika memberi jelek karena ada aspek yang bagus sehingga mungkin kadang ada yang tidak konsisten. Untuk itu, saya akan kembali meninjau penilaian saya yang merujuk pada kriteria penilaian.

    Oke... segitu saja cerita dari saya, bye bye....

Komentar

Posting Komentar