Langsung ke konten utama

Training Hari Ketiga

 



    Akhirnya, training telah sampai ke penghujung agenda. Yap, hari ini adalah hari ketiga dan juga merupakan hari terakhir training bersama Bu Capri. Seperti biasa, training dimulai dengan senam yang dipimpin oleh coach. Setelah itu, kami beristirahat sebentar untuk sarapan. Namun, ada yang berbeda dari training hari ini. Training pada hari ini saya menjadi pembuka setelah dipersiapkan oleh Bu Cap untuk memulai ice breaking.

    Training hari ini agak berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Jika kemarin banyak main gamesnya daripada materi, hari ini justru sebaliknya. Dari awal hingga akhir materi lebih banyak materi dan pendapat dari peserta training. Setelah pemberian materi Bu Capri meminta masing-masing dari kami untuk mengutarakan pendapat mengenai tokoh pemimpin yang menginspirasi kami. Karena jumlah peserta banyak, waktu yang dibutuhkan pun lumayan. Setelah itu lanjut materi dan pendapat lagi yang cukup memakan waktu lama.

    Selain itu, ada yang berbeda nih dari training hari ini. Jika biasanya Bu Capri selalu menyajikan ppt yang menarik, hari ini pptnya terasa hambar. Lebih banyak tulisan dan terasa sepi. Tulisan dalam satu halaman ppt pun sangat panjang, tidak dipisahkan satu-satu. Namun, pembawaannya tetap saja luar biasa.

    Seusai training bersama coach dan staff, guru kembali meeting bersama Bu Capri seperti yang bisa kamu lihat pada foto pertama. Kami menulis jurnal dan resolusi tahun 2023 apa yang ingin dicapai tahun ini. Tentu saja menulisnya di buku jurnal kami yang dibelikan oleh ibunda kami, siapa lagi kalau bukan Bu Capri.... Rasanya lapar nggak sih mikir terus yakannn. Nah kita pun pergi ke warung makan spesial sambal untuk mengisi perut, hehehe...

    Terima kasih atas traktirannya orang baik.... Besok lagi nggak sih? wkwk Oke sekian blog hari ini, sampai jumpa besok lagi di tulisan selanjutnya, bye bye....

Komentar

  1. Ice breaking yang dibawakan Bu Putri benar-benar melatih konsentrasi👍

    BalasHapus
  2. Sepertinya blognya beleum selesai ya kak

    BalasHapus
  3. kalau aku minggunya makan-makan lagi sama mas aziz hehehe

    BalasHapus
  4. makan-makan untuk perut dan makan-makan untuk isi kepala ya...!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...