Langsung ke konten utama

321 Zoom Orang tua dan Tim SMT

 

    Semalam diadakan zoom meeting untuk menjalin silaturahmi antara orang tua wali murid dari SMA SPSS dan tim managemen SMT SPSS. Zoom ini membahas tentang perubahan kebijakan dalam pengelolaan peraturan asrama dan perubahan jadwal sekolah dengan jam latihan sepak bola.

    Sehubungan dengan hal itu, ada tiga hal yang dapat saya pelajari dari pertemuan virtual tadi malam. Pertama, selalu ada pro dan kontra yang tidak bisa dielakkan dalam tiap langkah yang diambil. Kita memang tidak bisa menyenangkan setiap orang. Oleh karena itu, dalam mengambil keputusan kita sebaiknya mempertimbangkan dari berbagai sudut pandang. Kedua, komunikasi seperti tadi malam sangat perlu untuk dilakukan secara berkala karena komunikasi yang sehat akan menunjang hubungan yang sehat pula. Ketiga, yang menarik lagi dari zoom semalam adalah adanya orang tua yang justru mendukung anaknya untuk mengabaikan pendidikan. Hal itu menunjukkan bahwa pemahaman orang tua juga berdampak ke cara mendidik anak dan berpengaruh ke karakter anak. Padahal, latar belakang orang tua tersebut juga seorang guru. Namun, tentu saja para orang tua yang mendukung anaknya dididik dengan benar mengenai kedisiplinannya juga ada. Hal itu tentu menarik untuk dipelajari.

    Pertemuan tadi malam tidak serta-merta tanpa kekurangan. Ada waktu yang dipermasalahkan oleh orang tua karena dirasa kurang, terlalu singkat. Mungkin ke depannya jika dilakukan pertemuan lagi durasi zoom meeting ditambah tidak hanya satu jam, tapi bisa satu setengah jam. Namun, untuk pemberian CP jika ada yang masih hendak menyampaikan saran dan kritiknya sudahlah sangat bagus. Kemudian, yang bisa ditingkatkan lagi penentuan tema agar pembahasan lebih fokus.

    Selanjutnya, satu hal yang bisa dilakukan di zoom selanjutnya adalah pembagian termin pertanyaan. Mungkin dari awal sudah diberitahukan akan ada berapa termin untuk orang tua murid bertanya sehingga orang tua telah tahu di awal.

    Dari zoom meeting tadi malam saya beranggapan bahwa musyawarah antara orang tua, pihak akademi, dan siswa sehingga tidak ada pihak yang salah mengartikan setiap kebijakan yang dilakukan. Saling mengerti, berpikir secara kritis dalam tiap mengadapi masalah, dan memosisikan diri dari berbagai pihak sehingga melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...