Semalam diadakan zoom meeting untuk menjalin silaturahmi antara orang tua wali murid dari SMA SPSS dan tim managemen SMT SPSS. Zoom ini membahas tentang perubahan kebijakan dalam pengelolaan peraturan asrama dan perubahan jadwal sekolah dengan jam latihan sepak bola.
Sehubungan dengan hal itu, ada tiga hal yang dapat saya pelajari dari pertemuan virtual tadi malam. Pertama, selalu ada pro dan kontra yang tidak bisa dielakkan dalam tiap langkah yang diambil. Kita memang tidak bisa menyenangkan setiap orang. Oleh karena itu, dalam mengambil keputusan kita sebaiknya mempertimbangkan dari berbagai sudut pandang. Kedua, komunikasi seperti tadi malam sangat perlu untuk dilakukan secara berkala karena komunikasi yang sehat akan menunjang hubungan yang sehat pula. Ketiga, yang menarik lagi dari zoom semalam adalah adanya orang tua yang justru mendukung anaknya untuk mengabaikan pendidikan. Hal itu menunjukkan bahwa pemahaman orang tua juga berdampak ke cara mendidik anak dan berpengaruh ke karakter anak. Padahal, latar belakang orang tua tersebut juga seorang guru. Namun, tentu saja para orang tua yang mendukung anaknya dididik dengan benar mengenai kedisiplinannya juga ada. Hal itu tentu menarik untuk dipelajari.
Pertemuan tadi malam tidak serta-merta tanpa kekurangan. Ada waktu yang dipermasalahkan oleh orang tua karena dirasa kurang, terlalu singkat. Mungkin ke depannya jika dilakukan pertemuan lagi durasi zoom meeting ditambah tidak hanya satu jam, tapi bisa satu setengah jam. Namun, untuk pemberian CP jika ada yang masih hendak menyampaikan saran dan kritiknya sudahlah sangat bagus. Kemudian, yang bisa ditingkatkan lagi penentuan tema agar pembahasan lebih fokus.
Selanjutnya, satu hal yang bisa dilakukan di zoom selanjutnya adalah pembagian termin pertanyaan. Mungkin dari awal sudah diberitahukan akan ada berapa termin untuk orang tua murid bertanya sehingga orang tua telah tahu di awal.
Dari zoom meeting tadi malam saya beranggapan bahwa musyawarah antara orang tua, pihak akademi, dan siswa sehingga tidak ada pihak yang salah mengartikan setiap kebijakan yang dilakukan. Saling mengerti, berpikir secara kritis dalam tiap mengadapi masalah, dan memosisikan diri dari berbagai pihak sehingga melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang.
Komentar
Posting Komentar