Langsung ke konten utama

Belajar sambil Memasak di Hari Valentine

    Hari ini adalah hari yang spesial untuk sebagian besar orang karena hari ini adalah 14 Februari. Ada apa dengan tanggal 14 Febuari? Ya... betulll. Hari valentine alias hari kasih sayang. Dalam Islam sih nggak ada hari kasih sayang itu diperingati soalnya setiap hari adalah hari kasih sayang. Namun, jika hari kasih sayang itu diperingati dengan cara yang positif dan melahirkan hal-hal yang baik kenapa tidak?

    Nah, di SPSS, pelajaran Pak Machfud memeringati hati valentine dengan meminta siswa menuliskan surat cinta untuk para guru di SPSS, khususnya guru perempuan, dengan bahasa Inggris, seperti foto di atas yang saya menuliskan nama saya di tujuan suratnya.




    Hari ini pelajaran kelas 7 bahasa Indonesia tidak membuat surat seperti pelajaran bahasa Inggris SMA. Namun, ada yang seru juga nih dari kegiatan pembelajaran di kelas 7. Iya benar, seperti yang kamu lihat hari ini kelas 7 sedang praktik teks prosedur. Mereka mempresentasikan teks prosedur yang telah mereka buat. Sembari maju satu per satu praktik, anak yang maju menjelaskan sesuai dengan struktur teks prosedur yang telah ditulisnya.
    Mereka merasa sangat menikmati pembelajaran kali ini. Bahkan, ada yang meminta untuk setiap hari Sabtu membuat masak-masakan seperti hari ini. Hhmm, sepertinya ekstrakurikuler masak perlu dipertimbangkan untuk diadakan di tahun ajaran baru. Menurut prediksi saya sih bakal banyak yang mengikuti ya karena anak-anak sini suka bereksperimen dan memasak, apalagi kalau soal makan. Wah... itu yang paling disukai sama anak-anak, ah tidak hanya anak-anak, semua orang juga suka.
    Bye, bye, sampai jumpa lagi di blog selanjutnya....

Komentar

  1. Bu Putri pernah ditawari Bu Capri buat mengampu ekskul masak saat dulu rapat di awal-awal semester ya tapi akhirnya memilih drama

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...