Langsung ke konten utama

Kamis Manis

 

    Hallo semuanya...

    Hari Kamis manis ini lain dari biasanya karena zoom meeting guru dengan Bu Capri yang biasanya hari Selasa, kali ini zoomnya hari Kamis ya ges ya. Bahas apa sih zoom meeting hari ini? Jika ingin tahu, yuk simak selanjutnya!

    Bu Capri meminta para guru untuk membuat video mempresentasikan hasil bacaannya. Para guru mereview buku yang telah dibaca untuk selanjutnya dibuat ppt dan direkam saat presentasi. Ya semacam membuat video pembelajaran di youtube yang tampak muka orangnya kecil di pojok halaman. Atau lebih tepatnya seperti membuat konten alur film yang sering kita temui di media sosial, biasanya sih pakai part part karena kalau di instagram atau tik tok kan hanya singkat saja.

    Setelah diunggah di youtube pada zoom hari ini sama seperti zoom minggu lalu, yaitu menonton video milik teman guru untuk dinilai bersama-sama. Namun, pada pertemuan sebelumnya terdapat rentang penilaian yang cukup jauh dari satu guru dengan guru lainnya. Padahal, sejak awal Bu Capri sudah menentukan kriteria penilaian dari berbagai aspek yang perlu ditinjau sebelum memberikan nilai. Pada zoom kali ini, penilaian pertama pada video Pak Arifin pun masih menemui rentang yang lumayan jauh. Oleh karena itu, kami menganalisis bersama-sama akar masalahnya.

    Ketika pada zoom lalu saya dikomentari Bu Capri memiliki rentang nilai yang keluar dari jalur atau kurang konsisten, saya berpikir bahwa hal ini terjadi karena kita memiliki perspektif yang berbeda-beda perihal kriteria yang diberikan. Namun, ternyata konsistensi ini bukan perihal konsistensi dalam diri saya. Namun, kriteria yang kurang detail dan rentang nilai dalam kriteria yang jauh, yaitu dari 0 sampai 20, membuat penilaian kami berbeda-beda meski sudah ada kriteria penilaian. Kita perlu menyamakan perspektif terhadap kriteria penilaian dengan cara mendetailkan kriteria bersama-sama dan menyempitkan rentang nilai dengan kriteria yang jelas. Dengan adanya kriteria yang baru, barulah rentang penilaian para guru mulai tidak terpaut jauh.

    Setelah itu, guru yang merasa videonya tidak lebih baik dari video yang pertama mendapat tugas untuk membuat video lagi. Hanya Pak Sigit yang tidak mendapat tugas karena yakin videonya lebih baik dari yang sebelumnya. Saya tidak mengangkat tangan karena tidak mau jika ketika saya sudah merasa lebih baik, tapi penilaian dari orang lain berbeda.

    Saya pernah percaya diri ketika diminta Bu Capri menentukan posisi di mana kamu merasa berperan dalam pekerjaanmu saat training kemarin bersama coach. Saya menempatkan di posisi nomor 4 karena saya menjalankan semua tugas utama dan tambahan yang sebegitu banyaknya dengan tuntas. Selain itu, saya berharap dengan menempatkan posisi di nomor 4 membuat saya makin memperbaiki diri yang lebih lagi dan mempertahankan di posisi nomor 4 dengan kualitas yang lebih baik. Namun, setelah itu teman guru yang lain bilang, "Kok kamu bisa-bisanya menempatkan diri di nomor 4?" Saya yang sebenarnya agak ragu menempatkan diri di nomor 4 jadi makin dikuatkan keraguannya. Jadi, untuk percaya diri yang benar saya masih mempertanyakan.

    Segitu saja cerita di Kamis Manis kali ini, see you....

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...