Langsung ke konten utama

Membuat Pemandangan dari PPT

 


    Pelatihan dari Microsoft yang guru-guru SPSS ikuti tiap hari Selasa dan Kamis selama satu bulan. Jika hari Selasa kemarin diajari Bu Roro membuat burung. Kali ini Bu Roro mengajak kami membuat kreasi lain, yaitu pandangan siluet saat senja hari di tepi pantai. Selain itu, Bu Roro juga menunjukkan hasil kreasi siluetnya berupa candi dan wajah orang.

    Tiga hal yang baru dari pelatihan ini adalah kreasi-kreasi gambar yang diciptakan secara manual menggunakan bentuk-bentuk dan alat-alat sederhana dari power point. Selain itu, pemakaian alat atau tools yang dulunya belum pernah saya gunakan saat menggunakan power point mulai saya gunakan dalam pengaplikasian saat membuat materi pembelajaran dari power point. Satu hal lainnya adalah keseruan dalam pembuatan pemandangan yang bermacam-macam. Lama-lama rasanya menyenangkan juga dan menghibur. Ada rasa kebahagiaan tersendiri saat tercipta pemandangan baru, berubah warna, muncul gradasi warna.

    Dua hal yang bisa saya tiru adalah pemakaian tools yang jarang digunakan dan memudahkan dalam pembuatan power point materi pembelajaran. Selain itu, hal yang dapat saya tiru lagi adalah semangat Bu Roro meskipun sudah tua, tetapi memiliki semangat belajar yang tinggi. Apalagi, peserta pelatihan ini didominasi oleh orang yang sudah berumur. Semangat belajar mereka itulah yang patut kita semua tiru.

    Satu hal yang akan saya lakukan adalah menggunakan sedikit banyak pengetahuan yang saya dapat dari pelatihan ini untuk pembuatan kreasi dan penyuntingan power point. Dari pelatihan kedua inilah baru saya rasai kebermanfaatannya karena di hari pertama pelatihan saya belum terlalu menemukan rasa kebermanfaatan itu.

    Segitu dulu dari saya, sampai jumpa di blog selanjutnya....

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...