Hari ini adalah Sabtu Projek. Guru dan siswa Safin Pati Sport School mengadakan apel. Yang menarik dari apel kali ini adalah ada pengumuman juara pemenang projek MIPA yang terdiri dari kekompakan dalam pembuatan pupuk kompos dari sisa makan siswa dan kotoran kambing. Tidak hanya itu saja, tetapi juga dari hasil kreativitas dan kekompakan siswa dalam membuat karya dari bahan anorganik dan pembuatan poster tentang kepedulian terhadap lingkungan. Dan... tara!
Kelas 7 menjadi juara 2 dalam projek ini. Ketika diumumkan para siswa kelas 7 bersorak ria, melompat-lompat, kegirangan atas kemenangan yang diperolehnya. Namun, yang saya prihatinkan adalah bagaimana mereka menganggap ini hanya hasil kerja keras mereka dan saya patut mengapresiasi lebih atas kemenangan mereka. Ya tentu saja saya mengapresiasi, tapi yang saya maksud adalah kesadaran mereka untuk berterima kasih dan menyadari bahwa kemenangan itu tidak diperolah serta merta hanya karena apa yang mereka lakukan.
Mereka luput, bahkan tidak peduli, dengan dari mana mereka memeroleh bahan dan alat, bagaimana mereka bisa menciptakan karya itu. Mereka enggan untuk memedulikan orang lain yang terlibat penuh di dalamnya. Kasarannya mereka masih egois. Bahkan, ada juga yang menilai rendah hasil karya yang dibuat sebelumnya saat proses. Barulah tadi ketika juara, dia turut jingkrak-jingkrak merasa senang. Saya mengingatkannya atas perkataannya waktu itu agar dia menyadari kesalahannya. Pelan-pelan saya berusaha mendidik mereka untuk peka dan pintar berterima kasih. Selain itu, juga pandai mengakui kesalahan, berani meminta maaf, dan tidak enggan mengucapkan kata tolong saat meminta bantuan orang lain. Semoga harapan sederhana saya dapat terwujud, aamiin. Untuk sejauh ini sih sudah terlihat sekali perbedaan mereka ketika awal-awal masuk dengan yang sekarang ini.
Nah, selepas pengumuman dan breafing. Kami bersama-sama menuju ke arah lapangan untuk melaksanakan penanaman pohon. Ada bibit pohon ketapang, ada bibit pohon tabebuya, pohon sirsat, dan pohon mahoni. Karena jumlah lubang yang minim, tiap satu lubang untuk satu pohon ditanami oleh 3 siswa. Mereka bersemangat untuk menanam pohon yang telah dibagi ke mereka. Oh ya, yang di foto itu namanya pohon ketapang ya....
Oke, segitu dulu dari saya, see you next time....

satu lubang ditanami oleh tiga siswa dg
BalasHapussatu bibit🌱
Keren bu putri semangat selalu untuk mendidik siswa
BalasHapus