Langsung ke konten utama

Kebiasaan Baik

 

    Hallo teman-teman...

    Kira-kira blog kali ini akan membahas apa ya? Langsung saja yuk disimak!

    Teman-teman sudah melakukan hal baik apa hari ini? Sudahkah hal baik itu kamu biasakan setiap harinya sehingga menjadi suatu kebiasaan? Wah keren sekali bagi yang sudah... Untuk yang baru hampir atau belum yuk kita mulai kebiasaan baik yang bisa membuat kita menjadi lebih baik di setiap harinya. 😊

    Melakukan hal baik itu biasanya lebih sulit ya dibandingkan dengan melakukan hal yang tidak baik. Misalnya saja, makan makanan fast food atau bermicin dan mengandung lemak jahat, pasti kalian suka kannnn. Tapi... kalau makan sayur atau salad hmmm agak sulit ya. Kalau saya membangun kebiasaan pagi untuk berolahraga terasa sangat susah untuk diwujudkan. Memang harus dipaksakan sih biar lama-lama yang terpaksa menjadi terbiasa. Akhirnya, kebiasaan baik itu menjadi budaya dalam diri kita.

    Ada 6 kebiasaan yang dapat kita lakukan untuk membuat diri kita menjadi pintar nih teman-teman. Apa saja sih keenam kebiasaan tersebut? Pertama, kita dapat menuliskan ide yang muncul setiap harinya. Misalnya, kita lagi melamun, terus tiba-tiba muncul ide menarik di pikiran kita. Nah, sebaiknya saat itu kita bisa langsung mengambil bolpoin dan buku untuk menuliskannya. Kalau zaman sekarang sih yang selalu ada di genggaman kita ponsel ya. Bisa juga kita langsung membuka note di ponsel kita lalu menuangkan ide kita ke sana agar ide-ide tersebut tidak menguap begitu saja. Mungkin ide itu tidak dapat kita aplikasikan saat itu juga, tapi suatu saat pasti ide tersebut akan berguna.

    Kedua, kita dapat membuat list apa saja yang sudah kita kerjakan per harinya atau bisa juga per minggunya. Kalau kamu tidak yakin bisa mengingat dengan baik hal-hal yang telah kamu lakukan selama satu minggu, sebaiknya kamu membuat listnya per hari saja ya. Mengapa kita perlu membuat list yang sudah kita lakukan? Karena dengan list itu kita bisa melihat rekam jejak hal-hal yang telah kita lakukan sehingga kita bisa mengetahui sejauh mana kita on track pada tujuan hidup yang akan kita capai. Dari list itu juga kita bisa melihat hal-hal apa saja yang seharusnya bisa kita benahi dalam hidup.

    Ketiga, kita dapat menindaklanjuti informasi baru yang kita dapat dengan sebuah atau beberapa pertanyaan. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang timbul di kepala setelah kita mendapatkan informasi baru, kita akan termotivasi untuk mencari tahu apa jawaban dari pertanyaan tersebut. Nah, hal itu berkaitan dengan kebiasaan baik keempat. Kebiasaan keempat adalah membaca. Dengan membaca, kita tidak hanya akan mendapatkan jawaban atas pertanyaan kita, tetapi juga mendapatkan banyak pengetahuan lain yang dapat memberi asupan ke otak kita sehingga kita bisa menjadi pintar.

    Kelima, kita bisa juga menonton video edukasi. Nah, bagi yang kurang suka membaca, mendengar cara kelima ini pasti senyum-senyum. Sekarang kita bisa mengakses banyak sekali video edukasi di youtube ataupun aplikasi lain. Jadi, makin mudah untuk memintarkan diri. Bahkan, media sosial seperti instagram ataupun tik tok juga memiliki banyak konten edukasi. Yang terakhir atau keenam adalah membuat rencana mingguan. Ketika kita menetapkan tujuan hidup untuk menjadi pintar, kita dapat membuat perencanaan apa saja yang akan kita lakukan untuk membuat tujuan tersebut tercapai.

    Dalam hal ini, tujuan kita adalah membuat diri menjadi pintar. Oleh karena itu, kita bisa membuat perencaan selama seminggu ke depan apa saja yang akan kita lakukan agar bisa menjadi lebih pintar. Perencanaan itu harus berkelanjutan ya, tidak hanya satu minggu saja, lalu berhenti. Kalau begitu nanti tujuan kita tidak tercapai dong.

    Oke, teman-teman... Itulah pembahasan mengenai 6 kebiasaan baik yang dapat membuat kita menjadi pintar. Semoga kita bisa melakukannya dan menjadikannya kebiasaan. Semangattt.... Happy Weekend!

    

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...