Langsung ke konten utama

Pelatihan di SMK PGRI 2 Kudus

 

    Hallo teman-teman... kembali lagi di blog aksara sastra.

    Wah dari foto di atas kira-kira pembahasan kita kali ini apa ya? Iya, kami berkunjung lagi ke SMK PGRI 2 Kudus. Namun, berbeda tujuan dari kedatangan kami yang pertama. Jika kedatangan pertama kami untuk studi banding dengan melihat keadaan sekolah tersebut, kali ini kami ke sana untuk mengadakan pelatihan bersama Bu Capri. Pelatihan apa sih kira-kira?

    Pelatihan ini membahas tentang pendidikan karakter di era merdeka belajar. Seperti biasa, saya akan mengulas tentang 3 hal baru yang saya dapat dari pelatihan ini, 2 hal yang bisa saya tiru, dan 1 hal yang akan saya lakukan setelah mengikuti pelatihan tersebut. Oke tanpa berpanjang lebar, langsung saja saya ulas ya....

    Tiga hal yang baru dari pelatihan ini? Hmm, rasanya dengan materi Bu Capri sudah tidak lagi menjadi hal baru bagi saya karena ya tadi pagi saja kami, para guru SPSS, sudah mendapatkan materi itu dengan contoh dan tindakan secara langsung, hehehe.... Namun, tidak mungkin tidak ada sama sekali hal baru yang saya dapat. Ada tiga hal baru yang saya dapat, yaitu teman baru atau perjumpaan dengan orang-orang baru, lingkungan yang tentu saja baru. Aduh, ternyata meskipun sudah berumur, guru-guru SMK PGRI 2 Kudus ternyata sangat energik dan apa ya ngomongnya, aktiflah ya. Saya juga baru tahu ternyata di SMK guru juga kuwalahan dengan menghadapi kendala yang sama, yaitu anak-anak yang sedemikiran rupa. Saya ngiranya ya tidak separah anak SPSS karena tujuan mereka belajar, sedangkan anak SPSS tujuan utamanya sekolah sepak bola. Saya tahu sih anak SMK juga lumayan butuh usaha untuk mendidik, tapi untuk perasaan yang sama para gurunya dengan saya itu yang baru saya tahu.

    Kemudian, dua hal yang saya bisa tiru adalah komunikasi dengan orang tua ketika hendak memberikan konsekuensi ke anak atas kesalahan yang diperbuat secara berulang tanpa perubahan. Untuk melibatkan orang tua dalam penanganan anaknya memang belum saya lakukan dengan baik, ya hanya sesekali saja dan belum menyeluruh ke semua orang tua. Namun, ilmu dari Bu Capri itu bagus sekali untuk saya terapkan nantinya. Untuk hal lain yang saya bisa tiru lagi adalah antusiasme ibu-ibu dalam mengikuti pelatihan hehehe...

    Yang terakhir adalah satu hal yang akan saya lakukan setelah mengikuti pelatihan ini. Seperti yang telah saya sampaikan pada pembahasan sebelumnya, yaitu pada hal yang dapat saya tiru, saya akan melibatkan orang tua saat mendidik karakter anak mereka sehingga tidak terjadi salah paham antara guru dan orang tua dalam proses pendidikan tersebut.

    Segitu saja blog saya hari ini, sampai jumpa di blog selanjutnya...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...