Kali ini saya mau membahas tentang apa sih? Kira-kira ada yang tahu nggak hanya dengan melihat gambar di atas? Apa? Presentasi? Iya, benar. Pada hari Selasa tanggal 7 Maret 2023 kemarin saya sedang presentasi di depan rekan-rekan guru dan tentu saja Bu Capri. Dulu, sekitar satu tahun lalu, saya juga sudah pernah presentasi di depan Bu Capri dan rekan-rekan guru. Namun, perbedaannya adalah presentasi dulu ditentukan materi yang akan dibahas, sedangkan yang sekarang bebas mau materi apa pun. Kalau dari melihat gambar di layar sudah terlihat ya... Bela diri. Sebelum saya juga ada guru lain lho yang sudah presentasi. Cek it dot!
Nah, kenapa sih kok para guru presentasi? Itu adalah bentuk refleksi dalam kita mengajar selama ini. Jujur saja dengan adanya presentasi ini saya menemukan beberapa hal dalam diri saya sudah berubah ke arah yang lebih baik. Ya meskipun belum sempurna. Seperti pemicu materi, yaitu video, saya taruh di tengah-tengah sebelum praktik. Tujuan saya adalah biar para peserta sudah tahu terlebih dulu gambaran yang akan dilakukan. Namun, ternyata itu agak keliru. Jika ditaruh di depan justru akan membuat peserta terpicu untuk menebak materi apa yang hendak saya bahas. Dari masukan itu saya belajar untuk lebih konsisten menggunakan pemicu di awal materi. Sebenarnya, di kelas dan di materi yang lain seperti teks eksplanasi dan teks biografi saya tidak langsung menuju ke materi, tidak juga menyebutkan kita akan belajar materi apa, tapi saya picu dulu dengan gambar, saya kulik dan arahkan ke materi yang akan dibahas. Namun, sepertinya hal itu belum melekat di diri saya sehingga tidak terlaksana di setiap materi yang saya berikan.
Selain belajar bagaimana membuat siswa aktif di kelas dan merangsang daya pikir anak, saya juga belajar beberapa hal dari Bu Capri ketika bercerita tentang kisah anak-anaknya dalam berjuang di luar negeri. Dari sana saya mengerti bahwa cerita hidup seseorang, apalagi yang kita kenal, ternyata menimbulkan motivasi dalam diri dan penyadaran-penyadaran akan suatu hal, seperti memberanikan diri untuk bermimpi. Dengan itu, saya merasa bahwa murid juga butuh mengenal gurunya. Mengal tidak hanya sebatas nama dan mengajar apa, tetapi juga pencapaian hidup dan kisah yang dijalani karena kemungkinan untuk membuat mereka terinspirasi itu sangat ada.
Selain berbagai pembelajaran yang bermakna, bersama Bu Capri seminggu juga mendapatkan hal lain, yaitu makan banyak dan enak wkwk foto di atas itu ketika Bu Capri dan rekan-rekan guru sedang bermain ke rumah saya. Nah, kalau foto yang di bawah ini adalah makan perpisahan dengan Bu Capri karena beliau mau pulang ke Jakarta.
Terima kasih Bu Capri atas makanan dan ilmunya.... Semangat kembali bekerja teman-teman... See you on my next blog, bye bye....
.jpeg)



Komentar
Posting Komentar