Langsung ke konten utama

Persiapan Festival Ramadhan

 

    Hallo teman-teman...

    Blog kali ini, saya akan membicarakan tentang persiapan kelas 7 dalam memeriahkan Festival Ramadhan. Nah, foto di atas adalah salah satu adegan di film pendek yang dibuat oleh kelas 7. Anak-anak memikirkan idenya sendiri dan mengeksekusi secara mandiri juga. Awalnya mereka sudah semangat, tapi hanya ramai di awal lalu tidak dieksekusi-eksekusi juga. Ketika saya follow up bilangnya nggak tau dan seperti belum siap. Namun, setelah saya beri motivasi dan mengurai masalah kebuntuan mereka, malamnya mereka langsung bergerak dikomando oleh Leif.

    Selain film pendek, anak-anak kelas 7 juga mempersiapkan diri untuk ikut tong tek atau perkusi. Dalam hal ini mereka juga sama tidak ada pergerakan awalnya. Namun, saya kejar terus dan minta mereka menuliskan jobdesknya masing-masing anak, lalu mengirim video bukti latihan. Akhirnya, beberapa malam ini grup ramai mereka berkoordinasi, yang tim tong tek dan tim film. Tim tong tek menyiapkan lagu dan pembagian tugas, menyiapkan peralatan karena mereka harus mengusahakan sendiri, siapa megang alat apa, siapa saja yang menari, dan siapa saja yang menyanyi. Oh ya, mereka juga menyusun lagu sendiri. Melihat semangat anak-anak mulai membara dalam meramaikan acara ramadan di sekolah sukses membuat bibir saya tersungging ke atas.

    Tidak hanya dua kegiatan saja lho. Ada juga tim kultum dan tim doa. Masing-masing ada dua anak untuk menjadi perwakilan kelas. Kalau yang dua ini tidak dilombakan ya, tidak ada juaranya. Yang doa ternyata di take video saja, saya dan anak-anak kelas 7 yang lain awalnya mengira memimpin doa saat buka puasa di kafetaria. Nah, ini foto salah satu anak kelas 7 yang membacakan doa buka puasa.




Kalau yang kultum belum ada fotonya karena belum sampai jadwal anak kelas 7. Jadi, yang perlu saya garis bawahi adalah kelas 7 siap untuk memeriahkan Fertival Ramadhan....

    Segini saja ya cerita saya tentang persiapan kelas 7 dalam memeriahkan kegiatan ramadan ini. Sampai jumpa di blog selanjutnya....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...