Langsung ke konten utama

Akhir Kisah

 


    Seiring berjalannya hari, Dara makin dekat dengan Malik. Bahkan, seringkali jantungnya berdetak tidak normal jika bersama dengan Malik. Apalagi setelah mamanya Malik kembali ke rumah tersebut dan makan malam bersama Dara dan mamanya. Mamanya Malik bercerita tentang Manda, tapi Dara tidak menyadari bahwa Manda yang dimaksud adalah Manda yang sama dengan gadis yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri yang telah lama menghilang. Sejak saat itu, Dara lebih perhatian ke Malik karena perkataan mamanya, "Malik kelihatannya aja baik-baik saja, tapi dia dan mamanya pasti menyimpan luka yang dalam karena kematian Manda.".

    Malik membaca buku diary Manda yang diambilnya dari loker. Di sana tertulis bahwa Manda sangat membenci Dara karena dia tidak ada saat Manda hendak bercerita tentang dirinya dan jika dia bunuh diri itu karena Dara. Membaca tulisan Manda membuat Malik kaget bukan main. Dia bingung harus bagaimana. Dia telah berjanji dengan Dara sore ini, tapi dia enggan datang. Dia telah berjanji untuk memberikan pelajaran kepada orang yang membuat adiknya meninggal. Namun, setelah tulisan itu ada robekan. Malik yakin, masih ada kelanjutan dari curahan hati Manda. Malik pun percaya bahwa bukan Dara yang membunuh adiknya. Namun, bagaimana lagi, dia belum mendapatkan bukti lain.

    Dara telah menunggunya hingga larut malam ditemani hujan yang begitu deras hingga membuatnya sakit berhari-hari. Namun, Malik cuek. Teman-temannya pun menanyakan sikap Malik yang aneh itu. Dara menangis sejadi-jadinya, dia patah hati karena Malik. Dia benar-benar merasa dibohongi oleh Malik dan dia tidak akan lagi membiarkan Malik masuk ke hidupnya.

    Selama seminggu terakhir, diam-diam Malik melanjutnya penyelidikannya, dan dia telah menemukan satu nama. Malik yakin sekali, dia adalah orang yang disukai Manda dari puisi yang dibuat oleh Manda yang merujuk ke nama lelaki tersebut. Malik mengajak Ethan bertemu. Malik menghajar Ethan habis-habisan. "Lo apain Manda?" Arul yang mengerti keadaan karena sebelumnya dia telah tahu bahwa Malik mengincar orang yang disukai adiknya, mengajak yang lain untuk menyusul mereka. Arul menghajar balik Malik. Satya dan Iko memisahkan mereka, "Gimana kalau bukan orang yang disukai Manda yang membuat Manda celaka?" Arul menatap Malik dengan penuh kebencian karena membuat Ethan tak sadarkan diri.

    Arul memberikan secarik kertas dari sakunya kepada Malik. Rupanya itu adalah kertas robekan dari buku diary Manda. Dari sana Malik tahu bahwa ternyata Aldolah yang membuat adiknya meninggal. Aldo yang membuat Manda hamil. Malik pun langsung lari menuju ke rumah Aldo. Sementara yang lain membawa Ethan ke rumah sakit. Di rumah Aldo telah ada polisi. Aldo tidak ada di sana. Malik menyesal telah membuat Ethan sampai tidak sadarkan diri. Dia menunggui Ethan hingga sembuh. Mengetahui bahwa Ethan menyukai Dara, Malik pun mengalah, membiarkan Ethan bersama Dara. Namun, mereka justru saling mengalah hingga membuat Dara bingung dan merasa dipermainkan oleh Malik.

    Akhirnya, di hari kelulusan, Gino menembak Dara. Namun, dara menolak cinta Gino karena telah mencintai lelaki lain. Ketika dia mencari, Malik langsung memeluk dan mengelus kepalanya dan memintanya jaga diri baik-baik lalu pergi. Malik mengirim pesan ke Ethan akan kepergiannya ke Jepang dan meminta Ethan untuk bersama Dara. Namun, ternyata cinta Dara hanya untuk Malik. Ethan sudah ditolak bahkan sebelum mengutarakan perasaannya. Setelah dua tahun berlalu, Malik kembali ke Indonesia meminta maaf dan kembali menembak Dara. Mereka pun menjalin cinta.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...