Langsung ke konten utama

Assasmen Sumatif Akhir

 

    Hallo, hari ini saya akan menulis blog tentang... ujian, seperti yang terlihat dalam foto di atas ya. But, sekarang sudah tidak boleh disebut dengan ujian sekolah, terus apa dong sebutannya? Ya, di kurikulum merdeka ini namanya berganti dengan assasmen sumatif akhir.
    Tahun ini adalah tahun terakhir SMP Terpadu Bina Bangsa bekerja sama dengan SMP Muhamadiyah karena siswa yang terdaftar di data dapodik SMP Muhamadiyah hanya tinggal kelas 9 saja. Iya, soal assasmen sumatif akhir yang mereka kerjakan pun berasal dari sana. Guru SPSS hanya menjadi panitia dan pengawas saja. Namun, yang mengoreksi tetap guru yang mengajar mapel tersebut. Kami diminta untuk mengirimkan nilai mereka.
    Hal yang dirasa enak dari pelaksanaan assesmen sumatif akhir kali ini karena memudahkan pekerjaan guru SPSS adalah tidak perlu kami membuat soal. Soal sudah diberikan dari SMP Muhamadiyah yang bersumber dari Tim MGMP Kabupaten. Namun, hal yang tidak menyenangkan dari hal itu adalah materi yang diujikan kurang sesuai. Meskipun sudah ada kisi-kisi yang diberikan sebelum dilaksanakannya assasmen, hal itu kurang memadai jika hendak dikebut di jam pelajaran. Apalagi saya pribadi sudah tidak mimiliki jam mengajar di kelas 9. Oleh karena itu, saya memberikan kisi-kisi kepada mereka, baik mata pelajaran bahasa Indonesia maupun PKN yang sudah saya stabilo kemungkinan soal yang akan keluar dan memberikan materi untuk dipelajari di luar jam sekolah. Selain itu, soal yang diujikan juga lebih banyak LOTS terutama di pelajaran PKN, bahkan soal HOTS sangat langka dari 55 soal yang diberikan. Hal itu tentu saja berakibat pada nilai yang mereka peroleh. Untuk menghapal sejarah perumusan pancasila berserta tanggal, tokoh, dan usulan, belum lagi pasal dan lain sebagainya tentu mereka kesulitan. Saya sebagai orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan khusus PKN juga perlu kembali mencari-cari dan mengingat kembali.
    Namun, yang sudah baik dari ujian tahun ini adalah kondisi ruangan ujian yang hening dan kejujuran para siswa sudah patut untuk diapresiasi. Untuk hasil bisa ditambahi dengan nilai lain karena ada juga nilai sikap dan lainnya. Namun, untuk karakter haruslah dibina dengan baik dan konsisten agar membudaya di diri mereka.
    Oke segitu saja blog saya kali ini, sampai jumpa di blog selanjutnya....

Komentar

  1. dibina dan konsisten, dua kata untuk karakter👍

    BalasHapus
  2. Budaya disiplin sudah mulai tertanam dalam diri siswa

    BalasHapus
  3. Setuju, karakter memang harus lebih dibina dari sekedar nilai

    BalasHapus
  4. Betul Bu, untuk jenis soal yang LOTS terlalu banyak

    BalasHapus
  5. Apakah membuat soal memberatkan ?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...