Minggu ini adalah minggu terakhir pembelajaran siswa Sekolah Terpadu Bina Bangsa nih gaes. Puasa-puasa siang hari paling enak tidur kan ya... Eh tapi tapi, para siswa SPSS harus sekolah sampai sore. Kebayang kan ya malesnya, belum lagi pegang ponsel. Emhhh, kira-kira kalau dikasih materi pembelajaran yang teoritis bakal masuk nggak ya??? Yap, betul sekali. Tentu sulit untuk mereka menerima pembelajaran, apalagi kalau metode yang digunakan adalah metode ceramah. Dengan metode permainan yang menggunakan kinestetik aja mereka mager yakan... Padahal puasa kan harusnya tidak boleh buat alasan malas-malasan ya.
Nah, karena ituuu, aku memberikan metode yang berbeda untuk mereka di minggu ini. Metode yang aku gunakan adalah kuis online dengan permainan. Permainannya macam-macam. Mereka mengerjakan soal dari permainan tersebut. Nah kalau yang berhasil menjawab benar, mereka akan maju satu langkah, jika mereka menjawab salah bisa mundur satu langkah. Nah kalau jawab benarnya beruntun mereka bisa mendapatkan tameng atau nyawa. Namun, kalau salah beruntun ya bisa-bisa kehabisan nyawa dan dia kalah.
Anak-anak berlomba untuk menjawab pertanyaan benar agar bisa menyalip temannya dan tidak kalah. Mereka benar-benar sangat antusias dengan permainan ini. Dari antusiasme mereka itu terlihat jiwa kompetitif mereka yang tinggi. Namun, sesekali mereka juga berdiskusi dengan temannya tentang materi di soal agar bisa menjawab dengan benar. Karena tujuannya bukan semata-mata mencari nilai dan memang sedari awal tidak diinfokan untuk tidak boleh bertanya, jadi hal itu sah sah saja.
Siswa yang biasanya tidak begitu peduli dengan pelajaran pun turut antusias mengerjakan kuis. Bahkan, ada yang tercetus kalimat, "Wah seru juga nih." Itu tandanya siswa menikmati pembelajaran dengan metode tersebut. Melihat antusias dan mendengar kalimat tersebut dari siswa tentu saja membuat diriku merasa bahagia. Ya meski antusias mereka menciptakan suara agak gaduh ketika mereka salah atau selebrasi jika benar. Tidak masalah asal tidak sampai mengganggu kelas lain.
Dari hal ini aku belajar bahwa sebenarnya mereka bukan malas belajar, tapi butuh metode yang tepat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang mereka alami. Sebagai pendidik kita harus terus belajar, seperti permainan-permainan dari quizwhizzer, wordwall, quiziz tidak akan dapat kita terapkan di kelas jika kita tidak mau belajar. Permainan ini tentu sudah diaplikasikan oleh banyak pendidik lainnya. Untuk para pendidik kalian luar biasa. Semangat belajar terus ya....



Keep learning😊
BalasHapusKreatif sekali ya
BalasHapusWah bisa belajar metode permainan online dari Bu Putri nih :)
BalasHapusSiswa kita suka berkompetisi ya bu, kalo dipantik dengan kuis yang ada rangking dan skornya mereka selalu bersemangat.. good job ms. Putri
BalasHapusSetuju, untuk puasa jangan dibuat alasan untuk malas2an
BalasHapusWah wah, harus dicontoh nih
BalasHapusMenciptakan pembelajaran yang menarik biar siswa tertarik ya
BalasHapus