Langsung ke konten utama

Buku Harian Manda

 

    

    Malik pun membuka buku harian adiknya. Dia baca satu per satu. Dari buku harian tersebut Malik tahu bahwa adiknya menyukai salah seorang kakak kelas. Bahkan, alasan dia masuk klub renang pun agar bisa dekat dengan orang yang disukainya karena satu-satunya klub yang diikuti oleh anak SMP sekaligus SMA Gemilang hanyalah klub renang. Namun, dia sama sekali tidak menyebutkan siapa nama orang yang disukainya. Hanya ada kata kunci anak kelas X-5 dan cowok yang disukai justru menyukai cewek yang dijadikannya tempat curhat, yang merupakan anggota klub renang. Aldo yang kerap main ke rumah Malik memberikan foto yang katanya dia dapatkan dari buku harian Manda. Padahal, Malik sudah membacanya sampai selesai, tapi tidak menemukan ada foto tersebut terselip.

    Di dalam foto tersebut ada lima orang, Ethan, Gino, Satya, Iko, dan Arul. Berdasarkan kalimat yang terdapat dari diary Manda, cowok yang disukainya adalah salah satu dari kelima anak tersebut. Pikiran Malik buntu, dia selalu meminta pertimbangan ke Aldo yang kerap memberikan pemikiran-pemikiran sederhana yang luput dari Malik karena saking stressnya. 

    Suatu hari, Malik mendapati Dara menitipkan kotak makan dari bundanya untuk diberikan kepada Malik. Dari sana, Malik mengetahui bahwa mereka pernah satu kelas, yaitu di kelas X-5. Malik pun bertanya siapa saja yang sekelas dengan mereka. Malik menarik kesimpulan bahwa Gino adalah orang yang disukai adiknya karena dia yang paling dekat dengan Dara. Malik pun mengajak Arul untuk membolos kelas dan menceritakan semuanya. Namun, Arul tidak mau mengatakan siapa cowok yang disukai Manda jika Malik masih terbawa emosi.

    Kecurigaan Malik mengarah kepada Gino karena Gino menyukai Dara yang hampir menyerupai Manda. Dalam diarynya, Manda menuliskan bahwa cowok itu menyukai lesung pipitnya. Namun, kecurigaan Malik juga mengarah ke Ethan karena dia sempat melihat Ethan chattingan dengan Dara. Jangan-jangan Ethan suka sama Dara. Namun, Malik belum juga mendapatkan petunjuk lainnya, bahkan setelah dia mengajak teman-temannya bermain ToD.

    Aldo mengatakan bahwa buku harian Manda ini pasti ada kelanjutannya. Malik pun setuju karena sampai di akhir buku terasa cerita Manda belum selesai. Namun, karena bukunya sudah penuh, dia mengganti bukunya. "Tapi di mana gue bisa nemuin buku itu?" Malik bertanya kepada Aldo. "Siapa tahu Manda menyimpannya di tempat lain?" Malik pun memutar otak, mereka sepakat untuk membuka loker Manda di klub renang. Namun, tidak sembarang orang dapat masuk ke klub renang, apalagi untuk membuka loker Manda.

    Sore itu, Malik melihat Dara selesai latihan karena rambutnya masih setengah basah. Dia mendengar bahwa Dara hendak pergi bersama Gino besok sore. Malik pun langsung menghampiri Dara dan melarang Dara untuk dekat-dekat dengan Gino. Malik takut Dara akan berakhir sama seperti Manda. Malik tidak mau kehilangan orang yang dia sayang untuk yang kedua kalinya. "Kalau gue berhasil nyelem selama lima menit, Lo besok sore harus pergi sama gue?" Dara pun mengikuti Malik yang berjalan ke kolam. Malik meninggalkan tasnya langsung masuk ke dalam kolam. "Malik udah keluar aja, kapasitas paru-paru manusia itu cuma 2 menit!" Dara mulai cemas. Sudah timbul di permukaan bulir-bulir udara ketika memasuki menit kedua. Dara makin khawatir, "Oke, aku besok nggak akan pergi sama Gino, tapi plis keluar!" Melihat Malik yang tak kunjung keluar sementara anak-anak klub yang enggan pulang karena menonton Malik pun makin yakin Malik tenggelam. Akhirnya, Dara meloncat ke kolam untuk menyelamatkan Malik.

    Malik menata napasnya yang masih tersengal-sengal. Dara meninggalkannya ke ruang ganti. Malik pun hendak ganti. Namun, sebelum berbelok ke kanan arah ganti pakaian pria, di sebelah kanannya ada loker anak klub renang. Melihat kesempatan yang ada Malik pun segera mencari loker Manda. Karena gugup Malik pun tidak dapat berpikir. Dia sudah memasukkan tanggal lahir Manda, tapi kodenya salah. Dia menelepon Aldo. Aldo memintanya untuk mencoba membolak-balik tanggal lahir Manda dan berhasil. Dia segera mengambil buku harian Manda ketika mendengar suara langkah kaki Dara.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...