Langsung ke konten utama

My Ice Girl!

 


    "Mulai sekarang, Lo, jadi cewek gue!"

    Malik tanpa basa-basi dan pendekatan terlebih dulu langsung menembak Dara. Tentu saja Dara menolaknya mentah-mentah. Sebelumnya, Malik telah diperingatkan oleh sahabat barunya, Ethan, bahwa Dara itu hanya tertarik dengan satu cowok, yaitu Gino. "Lo mau saingan sama Gino? Dah nyerah aja!"

    Peringatan Ethan yang merupakan teman sekelas Dara tidak digubriks oleh Malik. Dia malah bilang ke Dara, "Gue jamin, Lo nggak akan nolak ketika gue nembak Lo sekali lagi!". Sejak saat itu Malik terus mendekati Dara meskipun tidak digubris dan selalu mendapatkan perlakuan dingin dari Dara. Ketika di lapangan terlihat Dara melihat Gino yang sedang berlatihan futsal dengan tatapan kagum dan senyuman manis, Malik pun bertekad untuk masuk ke tim futsal sekolahnya. Dia turun dari tribun langsung berjalan menuju lapangan untuk nantangin Gino. Para sahabatnya, Ethan, Satya, dan Iko, pun kaget dan cemas karena Gino adalah kapten tim futsal sekolahnya. Namun, Arul, yang juga sahabatnya, mengatakan kepada mereka bahwa Malik juga tidak bisa diremehkan karena Arul adalah teman SMP Malik sehingga dia tahu kemampuan Malik yang menjadi bintang di lapangan ketika itu.

    Awalnya, tantangan Malik tidak digubris oleh Gino. Namun, Malik menyulut emosi Gino sehingga berhasil membuatnya menerima tantangan Malik. Mereka membuat kesepakatan. Jika Malik menang, Gino tidak boleh menembak Dara sampai hari kelulusan dan memasukkan Malik ke tim inti futsal yang sebentar lagi akan main dengan tim sekolah lama Malik, yaitu tim Aldo, sabahatnya Malik di sekolah lama. Aldo adalah satu-satunya orang yang tahu alasan kepindahan Malik ke sekolah tersebut. Namun, jika Gino yang menang, Malik tidak boleh mengusik tim futsalnya lagi. Setelah pertandingan sengit satu lawan satu, Malik pun memenangkan pertandingan.

    Malik pun ikut dalam pertandingan melawan tim futsal sekolah lamanya. Namun, Gino enggan memberikan bola kepada Malik. Sampai akhirnya, kedudukan sama imbang sementara pertandingan hanya tinggal tiga menit. Teman satu tim Gino pun kesal dan merebut bola darinya untuk diberikan kepada Malik. Pertandingan ditutup dengan gol dari Malik yang membuat tim futsal SMA Gemilang memenangkan pertandingan. Aldo menghampiri Malik dan teman-temannya. Ethan merasa familiar dengan Aldo. Mereka berkenalan dan Aldo mengajak mereka untuk makan mi ayam di kantin SMP Gemilang yang bahkan Malik tidak tahu.

    Tidak disangka, ternyata, Malik adalah anak dari teman SMA mamanya Dara. Ketika Dara pindah rumah, mamanya mengajaknya main ke rumah temannya, ternyata yang keluar adalah Malik. Dari sanalah orang tua Dara dekat dengan Malik. Apalagi Mamanya Malik yang tinggal di Bogor karena belum siap untuk tinggal di rumah yang menyimpan banyak kenangan dengan Manda, menitipkan Malik ke mamanya Dara. Alhasil, Dara pun harus banyak berinteraksi dengan Malik meskipun sangat terpaksa. Selain itu, Malik juga mencari-cari cara agar Dara tidak lagi dekat-dekat dengan Gino. Seperti mencantolkan gantungan kunci di tas Dara dengan resleting tas Malik, yang akhirnya membuat gantungan kunci pemberian dari Gino pun rusak.

    Sampai beberapa Minggu di sekolah barunya, Malik belum juga menemukan bukti apa pun soal kematian adiknya. Malik berusaha mencari di kamar Manda juga tidak berhasil menemukan apa pun. Malik pun meminta bantuan Aldo untuk turut memikirkan cara agar dia bisa segera menemukan siapa pembunuh adiknya. Baru, ketika Dara singgah di kamar Manda dan memakai hair dryer untuk mengeringkan pakaiannya yang basah karena habis menolong Malik yang tercebur di kolam renang. Malik menemukan buku harian Manda ketika hendak mengembalikan hair dryer ke tempat semula. Rupanya buku harian Manda tertutup hair dryer sehingga tidak ia temukan selama ini.

    Kira-kira bukti apa yang didapatkan Malik dari buku harian Manda? Nantikan blog selanjutnya ya...

Komentar

  1. Dunia bagaikan daun kelor🌿😅

    BalasHapus
  2. Apakah malik emndapatkan bukti cukup dari buku harian manda? Apakah tujuannya tercapai . Tunggu dipart 3

    BalasHapus
  3. Seni menulis kembali dengan bahasa yang lebih keren,

    BalasHapus
  4. Penasaran sekali dengan isi buku harian Manda

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...