Langsung ke konten utama

Diskusi?

 

   Hallo semuaa, berjumpa lagi dengan saya. Kali ini saya akan menuliskan refleksi tentang acara diskusi pengembangan pendidikan yang dihadiri oleh seluruh guru SPSS, staff dan petinggi-petinggi SPSS, serta staff Universitas Safin Pati dan para dosen. Wah tampaknya menarik sekali ya... mengingat ini adalah kali pertama kami semua bisa duduk bareng untuk berdiskusi.

    Oke, tanpa berlama-lama, langsung saja saya akan membahas tentang kelebihan dari pertemuan kali ini. Iyak, yang pertama jelas seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, kelebihan dari pertemuan ini adalah kami dari pengelola segala aspek dan jenjang sekolah bisa duduk bersama. Selanjutnya, kami juga bisa mengerti hal-hal baru meskipun bukan melalui materi yang disampaikan oleh pembicara ataupun penyampaian yang terlalu panjang dari seorang moderator sebuah diskusi yang seharunya netral. Namun, dari cara penyampaian, baik secara nada maupun kata-kata yang diucapkan, saya menyadari bahwa pendidikan yang tinggi tidak menjamin kita bisa menjadi orang yang intelek. Sebenarnya, saya sudah mengerti hal itu sedari lama. Namun, kedewasaan cara berpikir dan cara komunikasi yang baik itulah yang saya temukan kemarin. Seorang yang pendidikan formalnya jauh di bawah, tidak memiliki gelar, bahkan memiliki karakter yang baik dalam berdiskusi. Sebaliknya, orang yang memiliki gelar berderet-deret panjangnya belum tentu memahami hakikat diskusi dan memiliki komunikasi yang baik.

    Selain itu, pelajaran yang dapat saya ambil lainnya adalah tentang mental. Saya sadar bahwa mental saya belum begitu baik. Keberanian saya untuk berpendapat di depan orang banyak orang dengan situasi yang sudah tidak netral sangat belum cukup. Saya masih memilih untuk diam daripada memperpanjang. Saya sudah kehilangan respek untuk menyampaikan apa yang sebenarnya sudah saya rencanakan. Untuk ke depannya semoga saya bisa memiliki mental yang jauh lebih baik.

    Pelajaran lain yang juga saya dapat dari pertemuan kemarin adalah cara pikir baru, yaitu ketika berbicara di forum meskipun orang yang di depan sudah tidak mau tahu, tetapi ternyata efek dari kita berbicara ke seluruh orang yang duduk bersama saya sebagai peserta akan berbeda. Saya kemarin masih terfokus pada orang yang tutup telinga karena berada di depan. Seharusnya, saya tetap berbicara fakta meskipun tidak akan dianggap ada karena percuma berbicara dengan orang yang memang sudah tidak mau mendengarkan. Namun, ternyata tidak percuma lho. Keberanianmu dalam mengungkapkan fakta itu akan berdampak pada pemikiran forum atas dirimu. Jangan hanya fokus sama satu orang! Begitulah kira-kira yang dapat saya tangkap.

    Begitu banyak pelajaran yang dapat saya ambil dan menjadi ajang untuk saya memperbaiki diri. Semoga saya dan kalian yang membaca juga senantiasa bertambah baik setiap harinya meskipun sedikit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Growth Mindset?

      Halo semua...     Hari ini saya akan merefleksi diri saya apakah sudah growth mindset ataukah masih fix mindset. Jika mengingat pemahaman dalam menyikapi masalah dan menjalani hidup yang telah saya lalui beberapa waktu terakhir rasanya saya sudah growth mindset. Salah satunya adalah tidak lagi menganggap musibah yang saya alami menjadi suatu momok menyeramkan yang mematikan segala mimpi dan penuh penyesalan. Saya telah menerima musibah atau masalah tersebut sebagai mahar yang harus saya lalui untuk kembali bangkit lebih kuat lagi dalam menginjakkan kaki di kehidupan yang akan saya jalani.     Namun, tentu saja saya belum sempurna dalam memiliki pemikiran yang berkembang atau  growth mindset. Ada beberapa hal yang kadang masih belum secara refleks terterima dengan growth mindset. Ketika terjadi masalah terkadang merasa sedih terlebih dulu, ada waktu untuk penerimaan baru setelah menenangkan diri, mengambil waktu sejenak untuk menghela napas p...

Healing

      Hari ini saya senang sekaliiii.... Pasalnya, saya sudah lama tidak healing healing cantik kayak istilah anak zaman sekarang untuk menyebut jalan-jalan. Apalagi ke pantai, uhhh sudah lama sekalii tidak menginjakkan kaki di pasir putih ya meskipun warna sebenarnya coklat sih. Mendengar deburan ombak yang samar-samar. Melihat birunya langit yang berdialog dengan birunya air laut. Makan pop mie yang tidak diperbolehkan Bu Capri, tetapi tetap membeli sendiri wkwk maaf ya Bu... Soalnya lapar dan sudah seperti menjadi adat anak muda ini makan pop mie kalau di pantai hehe...     Selain bermain air, pasir, dan berfoto-foto ria. Kami juga bermain games menebak isi di dalam tas yang dimaksudkan sang pemilik barang untuk nantinya diberikan kepada orang yang berhasil menebak dengan benar. Kami secara bergantian melakukannya yang dimulai oleh Bu Capri yang ternyata isinya adalah kurma dan berhasil ditebak oleh Pak Macfud. Kemudian, Bu Mila yang isinya lotion yang berhas...

Sepotong Cerpen

DILEMA Di atas mobil pick up yang melaju di jalanan Solo-Jogja, aku mengistirahatkan sejenak segala pekerjaan yang semestinya aku kerjakan. Aku berada di jalan pulang, setelah mengepak semua baju dan buku untuk kunaikkan di bak pick up milik bapakku. Memang ini kendaraan milik bapak sendiri, tapi bukan bapak yang menyetirnya. Aku ditemani seorang supir, teman baik sekaligus orang kepercayaan bapak. Bukan karena bapak tak sempat, melainkan ada rasa tidak ikhlas jika aku berpindah dari daerah istimewa yang katanya mendewasakan rindu dan menjatuhkan hati setiap pendatangnya untuk ingin menetap di sana. Bapak menghendakiku melanjutkan sekolah untuk mendapatkan gelar magister. Namun, otakku terlampau lelah untuk diajak berpikir lagi sebagai mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia. Setelah kucermati, kata lelah tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada diriku. Pasalnya, aku sekarang menerima jasa penyuntingan skripsi dan tesis. Meskipun aku belum menjadi mahasiswa ...