Setelah mendengar video singkat yang diutarakan oleh Ghana, menteri pendidikan di Afrika, saya menangkap maksud yang ingin disampaikan seperti ini, Dalam kurikulum anak harus dirancang untuk berpikir kritis dan berkarakter. Pendidik harus merancang cara untuk menjinakkan anak agar ketika orang dewasa berbicara mereka diam mendengarkan.
Hal ini tentu sangat baik untuk diterapkan. Saya setuju dengan hal itu. Siswa tidak hanya dididik untuk mengetahui materi saja yang sebentar lagi juga lupa, tetapi juga dididik cara berpikirnya sehingga membentuk karakter dirinya. Siswa juga membutuhkan pengajaran kehidupan tentang kesehatan mental diri dan orang lain, seperti cara mengolah emosi.
Di Indonesia jika hendak diberlakukan seperti itu, butuh sosialisasi ke orang tua karena orang tua yang pikirannya masih belum bisa terbuka akan banyak protes atas pengajaran di sekolah yang diterima anaknya. Contohnya, harus ada buku paket tebal, harus pelajaran penuh teori, dan lain sebagainya. Jadi, pendidik tidaklah cukup kuat tanpa dukungan orang tua.
Sekian opini dari sana :)
Science is the way of thinking.😄
BalasHapus---Chiappetta and Koballa---
Dari anak anak juga kadang masih belum bisa diarahkan untuk berpikir kritis
BalasHapusyang belum optimal antara guru atau murid ?
BalasHapusSaat orang lain berbicara, mereka diam, bagus sangat bagus. Tapi kitajuga perlu strategi bagaimana kita memfasilitasi mereka untuk berkembng dan berpikir positif
BalasHapusPerlu pembiasaan berfikir kritis di setiap pembelajaran. Tentunya diiringi attitude dan etika.
BalasHapusmungkin bisa mulai disisipkan di modul ajar IKM
BalasHapus